Pemerintah Belum Punya Solusi Atasi Macet di Jakarta
Selasa, 13 Nov 2007 13:12 WIB
Jakarta - Kemacetan di Jakarta akan tetap menjadi makanan sehari-hari bagi warga Jakarta, entah sampai kapan. Yang jelas, pembangunan busway masih belum bisa mengatasi kemacetan. Hingga saat ini, dengan jujur pemerintah mengaku belum memiliki solusi. Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafei Jamal mengaku pemerintah belum memiliki solusi konkret dalam mengatasi kemacetan di Jakarta. Apa yang dilakukan pemerintah saat ini hanya bersifat sementara. "Sekarang kan macet, karena pembangunan busway belum selesai. Dari evaluasi terakhir dengan Presiden, diputuskan proyek Busway tetap dilanjutkan," kata dia di sela-sela peresmian BioSolar dan BioPertamax di SPBU Gianyar, Bali, Selasa (13/11/2007). Apakah setelah pembangunan busway selesai, macet berakhir? "Tidak, tapi mungkin berkurang," kata dia. Selama masa pembangunan jalur busway itu, untuk mengantisipasi kemacetan pihak kepolisian mengadakan Operasi Lancar Jaya. "Tapi setelah pembangunan Busway selesai, operasinya juga selesai," lanjut dia. Pembangunan busway diprediksi rampung akhir tahun ini dan pemerintah tidak berniat menambah koridor Busway lagi tahun depan. Sebenarnya, kata Menhub, ada beberapa opsi yang diajukan untuk mengatasi kemacetan. Pertama, sistem membayar saat memasuki jalan-jalan protokol, tapi sistem ini banyak mendapat pertentangan. Kedua, membangun transportasi massal. Tapi sistem ini butuh waktu dan biaya. Ketiga, pembangunan infrastruktur jalan yang memadai. "Kemarin ada usulan untuk pembangunan jalan tol bertingkat," ujarnya. Menurut Jusman, yang akan direalisasikan tahun depan adalah pembangunan jalan tol menuju Tanjung Priok.
(lih/asy)











































