Peduli Akses Kesehatan di NTT, dr Stevi Harman Raih Sekar Agni Negeri

Peduli Akses Kesehatan di NTT, dr Stevi Harman Raih Sekar Agni Negeri

Hana Nushratu Uzma - detikNews
Rabu, 03 Jun 2026 13:53 WIB
Peduli Akses Kesehatan di NTT, dr Stevi Harman Raih Sekar Agni Negeri
Foto: Istimewa
Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dr Maria Caecilia Stevi Harman menilai kemiskinan masih menjadi akar berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah tersebut, mulai dari kesehatan pendidikan, hingga kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurut senator muda yang juga berprofesi sebagai dokter tersebut, upaya pembangunan di NTT tidak bisa dilakukan secara parsial dan hanya berfokus pada satu sektor saja.

"Harapan saya yang paling besar sebenarnya adalah NTT keluar dari kemiskinan. Itu adalah sumber dari banyak masalah yang ada," kata dr Stevi, dalam acara detikSore, Rabu (3/6/2026).

Menurut dr Stevi, persoalan kesehatan yang selama ini menjadi perhatian publik tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial ekonomi masyarakat.

"Jadi kita harus lihat, kemiskinan yang disebabkan apa, kemiskinan di NTT itu. Tidak bisa dilihat, walaupun saya dokter, tidak bisa dilihat melulu hanya dari satu sisi," kata dr Stevi.

Perubahan Harus Dimulai dari Sektor Produktif

Stevi menjelaskan sebagian besar masyarakat NTT menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perikanan, dan pekerjaan informal lainnya. Namun, sektor-sektor tersebut masih menjadi penyumbang angka kemiskinan yang cukup tinggi.

Karena itu, ia menilai peningkatan kesejahteraan masyarakat harus dimulai dengan memperkuat sektor produktif yang menjadi mata pencaharian utama warga.

"Sebagian besar masyarakat NTT adalah petani, nelayan, dan buruh. Maka yang harus kita perbaiki terlebih dahulu adalah sektor-sektor itu," katanya.

Salah satu upaya yang dilakukannya adalah mendorong regenerasi petani muda agar sektor pertanian tetap menjadi pilihan yang menjanjikan bagi generasi berikutnya.

"Petani itu banyak sekali menyumbang angka kemiskinan. Padahal sebagian besar mata pencarian ya petani di sana," ujar dr Stevi.

"Yang saya lakukan, program ini adalah memotivasi agar petani-petani itu ada regenerasinya," sambungnya.

Bangun Ekosistem Pertanian untuk Anak Muda

Stevi mengungkapkan dirinya turut membangun ekosistem pembelajaran pertanian di lahan miliknya yang berada di dekat Labuan Bajo.

Di lokasi tersebut, dr Stevi membuka kesempatan bagi siswa praktik kerja lapangan (PKL) dan generasi muda untuk belajar mengenai pertanian secara langsung.

"Di situ saya menyediakan suatu ekosistem di mana saya membina petani supaya petani itu bisa percaya diri bahwa menjadi petani itu bisa memberikan keuntungan bagi mereka. Jadi mereka jangan lari keluar, mereka jangan melulu orientasi jadi pegawai, mereka jangan lari ke luar daerah tetapi menggunakan SDA yang ada di NTT," jelas dr Stevi.

Menurut dr Stevi, pembangunan daerah harus dimulai dari pemanfaatan potensi lokal yang dimiliki masyarakat setempat.
dr Stevi berharap generasi muda NTT tidak selalu memandang pekerjaan di sektor pertanian sebagai pilihan terakhir, melainkan sebagai profesi yang mampu menciptakan kesejahteraan.

Peran Tokoh Lokal Penting Tingkatkan Literasi Kesehatan

Selain persoalan ekonomi, Stevi juga menyoroti masih rendahnya literasi kesehatan di sejumlah wilayah NTT. Menurut dr Stevi, keberhasilan program kesehatan tidak hanya bergantung pada pemerintah yang menyediakan fasilitas dan anggaran, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat.

"Pemerintah sudah berusaha menyediakan akses, memperbaiki layanan, dan menyiapkan anggaran. Tetapi masyarakat juga harus ikut terlibat agar program-program itu bisa berjalan dengan baik," ujar dr Stevi.

dr Stevi menilai tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada warga.

"Terkadang masyarakat lebih mendengarkan tokoh adat atau orang yang mereka hormati. Karena itu pendekatan kesehatan harus disesuaikan dengan karakter masyarakat setempat," kata dr Stevi.

dr Stevi menambahkan kehadiran putra-putri daerah dalam berbagai sektor pembangunan menjadi penting karena mereka lebih memahami budaya, bahasa, dan kondisi sosial masyarakat yang dihadapi.

"Karena sebetulnya setiap daerah, kita juga terdiri dari ratusan, ribuan suku. Dan juga ada adat di baliknya juga," kata dr Stevi.

"Yang bisa memahami adalah putra-putri daerah yang juga sebetulnya cukup dekat. Dengan kepercayaan, dengan adat dari masyarakat. Walaupun tetap butuh pendekatan yang berbeda juga. Jadi customized, tailored untuk setiap daerah," imbuhnya.

Dorong Perhatian bagi Tenaga Kesehatan Daerah

Selain fokus pada pengentasan kemiskinan, Stevi juga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada tenaga kesehatan (nakes) yang selama ini mengabdi di daerah-daerah terpencil.

dr Stevi menilai bidan desa, nakes, dan berbagai petugas lapangan yang telah lama melayani masyarakat perlu mendapatkan kepastian karier dan kesejahteraan yang lebih baik.

"Mereka yang sudah mengabdi bertahun-tahun di daerah jangan sampai justru dipersulit secara administrasi. Pemerintah perlu memberikan perhatian agar mereka memperoleh hak dan kesempatan yang layak," kata dr Stevi.

Menurut dr Stevi, pemerataan layanan kesehatan tidak hanya soal distribusi nakes baru, tetapi juga bagaimana negara menghargai dan mempertahankan tenaga kesehatan yang sudah bertugas di lapangan.

Raih Penghargaan Sekar Agni Negeri

Atas upayanya dalam memperjuangkan akses layanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat daerah, dr Stevi menerima penghargaan Sekar Agni Negeri dari detikcom sebagai Perempuan Peduli Layanan Akses Masyarakat Daerah.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusinya dalam memperjuangkan akses kesehatan masyarakat, khususnya di NTT.

Menanggapi, dr Stevi mengaku melihatnya bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah untuk terus bekerja bagi masyarakat.

"Saya tidak menganggap ini hanya sebagai achievement. Ini mengingatkan saya bahwa ada tanggung jawab yang harus saya emban untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik dan dapat dipertanggungjawabkan, baik untuk masyarakat NTT maupun masyarakat Indonesia," ujar dr Stevi.

Direktur Bisnis detikcom Agustina Sembiring (Ina) mengapresiasi kontribusi dr Stefi yang telah menginspirasi perempuan Indonesia.

"Terima kasih dr Stevi sudah menginspirasi perempuan-perempuan Indonesia ya. Semoga ke depannya juga makin banyak perempuan Indonesia yang tergerak demi Indonesia," kata Ina.

"Di sini detikcom mempersembahkan Sekar Agni untuk Negeri, sehingga ke depannya kita bisa lebih menginspirasi lebih banyak lagi," pungkasnya. (ega/ega)



Berita Terkait