2008, KNKT Targetkan Bisa Baca Black Box Sendiri
Senin, 12 Nov 2007 19:35 WIB
Jakarta - Pengungkapan penyebab sebuah kecelakaan pesawat seringkali harus menunggu pembacaan data black box atau kotak hitam di luar negeri. KNKT menargetkan, pada 2008 Indonesia mampu membaca sendiri data kotak hitam. "Saya menargetkan KNKT punya kemampuan membaca, minimal cockpit voice recorder (CVR). Kalau bisa flight data recorder (FDR)," kata Ketua KNKT Tatang Kurniadi.Hal itu disampaikan dia dalam rapat kerja KNKT dengan Komisi V DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/11/2007).Namun, untuk bisa membaca kotak hitam, Tatang menjelaskan, dibutuhkan dana sebesar Rp 8 miliar untuk investasi peralatan.Selama ini, lanjut Tatang, jika terjadi kecelakaan pesawat, KNKT selalu mengirimkan kotak hitam pesawat ke AS dan Australia atau ke beberapa negara di Asia seperti Jepang, Taiwan, Korea Selatan dan Singapura."Investasi Rp 8 miliar untuk pengadaaan peralatan itu. 57 Tahun sudah kita menjadi anggota ICAO (international civil aviation organisation), masa baca black box masih ke luar negeri," keluhnya.Mendengar usulan itu tak semua anggota Komisi V DPR menyatakan setuju. Abdullah Azwar Anas dari FKB justru mengkritisi niat pengadaan alat pembaca kotak hitam."Kenapa kalau rekomendasi harus beli alat. Tingkatkan dulu kinerjanya. Sekolahkan ke luar negeri, dibanding beli alat," cetus Anas.
(bal/bal)











































