Indonesia Belum Tetapkan Angka Perdagangan Karbon
Senin, 12 Nov 2007 17:38 WIB
Denpasar -
Perdagangan karbon diperkirakan akan menjadi bahasan serius dalam konferensi climate change di Bali pada 3-14 Desember nanti. Namun pemerintah belum menetapkan angkanya."Kita tidak akan memaksakan angka perdagangan karbon, tapi angka harus ada," tegas Menko Kesra Aburizal Bakrie dalam jumpa pers usai rapat terbatas di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Senin (12/11/2007).Dalam konferensi perubahan iklim, imbuh Ical, yang terpenting adalah menyatukan pendapat untuk bersama-sama menyelamatkan dunia ke depan."Posisi Indonesia dalam proses pembangunan tidak boleh mencederai lingkungan, begitu pula sebaliknya," kata dia.Indonesia sendiri, tegas dia, siap menyambut konferensi tersebut. Sebab konferensi itu akan menjadi perhelatan dunia dan menjadi isu sentral yang dibicarakan di semua tempat.Perubahan iklim adalah masalah riil yang dapat ditangani dengan cara pencegahan. Indonesia harus menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya. "Kita sudah melakukan persiapan fisik dan substansi, dan keduanya sudah disampaikan kepada Presiden," katanya.Sementara Menneg LH Rachmat Witoelar mengatakan, Indonesia sudah menyiapkan posisi Indonesia dalam konferensi tersebut. "Rencana sudah kita buat yang akan dijadikan pegangan oleh para negosiator, yang intinya Indonesia dalam climate change tetap jaya dan terus menjaga pembangunan berkelanjutan," kata dia.Namun, ke depan harus ada kompensasi dari apa yang dilakukan Indonesia untuk dunia. Dalam konferensi perubahan iklim, delegasi Indonesia dipimpin Emil Salim.
(umi/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































