Indonesia Bersiap Hadapi Booming Lansia
Senin, 12 Nov 2007 16:14 WIB
Jakarta - Jumlah lansia di Indonesia sudah mencapai 16 ribu orang. Tahun 2020, jumlah lansia akan meledak menjadi 40 juta. Jika Indonesia tidak bersiap, jumlah para lansia akan menjadi beban pembangunan. Untuk itu, pemerintah bekerjasama dengan Komnas Lansia menyelenggarakan Jakarta Forum on Social Protection for Senior Citizen in Indonesia and Asean Countries. "Kita harus mempersiapkan supaya para lansia dapat menjadi aset bagi negara," kata Deputi SDM dan Kebudayaan Bappenas Nina Sardjunani dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Taman Suropati, Jakarta, Senin (12/11/2007). Saat ini, kata Nina, persoalan yang akan dihadapi oleh lansia bukan hanya sosial. Masalah kesehatan dan religi juga perlu diperhatikan. "Bagaimana kesehatannya dan bagaimana kehidupan religinya. Meski sudah ada UU Sistem Jaminan Sosial untuk lansia, namun aturan itu perlu lebih diperhatikan," katanya. Nina mengatakan, upaya-upaya untuk melindungi para lansia memang telah dilakukan oleh pemerintah seperti pembentukan Komnas Lansia pada 2004 dan penerbitan UU No 13/1998 tentang Kesejahteraan Lansia. Namun semua itu perlu disempurnakan. Karena itu, kata Nani, dengan diadakan seminar tentang lansia 13 - 14 November nanti, sistem perlindungan sosial lanjut usia di Indonesia dan ASEAN pada umumnya dapat lebih berkembang dan sempurna. Seminar akan berlangsung di Ruang Serba Guna Bappenas dan akan dihadiri 135 orang dari 6 negara ASEAN.   Â
(ken/nrl)











































