Membaca 'Kode' di Balik Rencana Safari Politik Jokowi

detikSore

Membaca 'Kode' di Balik Rencana Safari Politik Jokowi

20detik Signature - detikNews
Selasa, 02 Jun 2026 14:45 WIB
detikSore, Selasa 2 Juni 2026
Foto: Irsyad Maulana
Jakarta - Menginjak bulan Juni, sebagian masyarakat sudah menantikan gerak politik Joko Widodo (Jokowi). Seperti ramai dibahas dalam beberapa hari ke belakang, seiring meningkatnya kesehatan Presiden RI ke-7 tersebut, dirinya berencana mengunjungi sejumlah daerah di Indonesia.

Rencananya, perjalanan Jokowi akan dilaksanakan pada awal Juni 2026. Seperti ditulis detikJateng, salah satu latar belakang perjalanan keliling Indonesia ini adalah memenuhi undangan sejumlah daerah.

"Ya ini kan saya banyak undangan-undangan dari daerah-daerah untuk hadir dari masyarakat. Ya saya, saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undangan yang ada," ujar Jokowi di kediamannya, Sumber, Banjarsari, dilansir detikJateng, Senin (25/5).

Lawatan politis ini nantinya akan digawangi oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Mengutip detikNews, PSI akan mendampingi Jokowi saat safari keliling Indonesia. Ketua DPP PSI Bestari Barus mengungkapkan dukungan ini juga sebagai bentuk penegasan bahwa Jokowi sudah menjadi bagian dari PSI.

"Selain program pemenangan bersama PSI, juga terkait dengan Pak Jokowi sudah tidak lagi di PDIP, tapi sudah di PSI gitu lho," kata Bestari dikutip dari detikNews.

Soal rencana perjalanan ini, PDIP adalah salah satu pihak yang banyak memberikan komentar. Juru bicara PDIP, Guntur Romli, bahkan menyebut safari Nusantara Jokowi nantinya hanya akan dibalut dengan bagi-bagi sembako semata.

"Paling dia keliling Indonesia cuma bagi-bagi sembako dan amplop saja. Buat konten di medsos dia saja itu," kata Guntur dikutip dari detikNews, Jumat (29/5).

Sejumlah pihak menerka bahwa perjalanan ini semata untuk mendongkrak nama PSI sebagai ancang-ancang pada 2029. Soal ini, Guntur pun tidak terlalu khawatir. Sebab, Jokowi, yang ia disebut dipecat dari PDIP, tidak lagi memiliki pengaruh yang besar. Guntur menyebut dukungan Jokowi terhadap PSI tidak memiliki pengaruh, bahkan saat dirinya masih menjabat presiden.

Lalu apa makna campur tangan Jokowi bagi PSI? Apakah agenda ini dapat dilihat sebagai cara untuk menguji popularitas Jokowi? Simak ulasannya bersama Direktur Utama KedaiKOPI, Hendri Satrio.

Menuju Jawa Tengah, detikSore akan kembali mengulas temuan kasus penipuan yang terjadi di Banyumas. Mengutip detikJateng, penipuan berkedok investasi ini menyasar sejumlah pensiunan. Hingga kini, setidaknya sudah ada 13 korban yang melapor dengan kerugian mencapai Rp 1,8 miliar.

Penipuan yang dilakukan oleh seorang mantan pegawai Bank Mandiri Taspen Purwokerto tersebut menggunakan modus pinjaman dengan penarikan cepat. Sejumlah korban mengaku tidak tahu bagaimana sistem tersebut berjalan, namun mereka tetap tergiur dengan kemudahan yang ditawarkan. Bagaimana kabar terbaru kasus ini? Simak laporan langsung jurnalis detikJateng selengkapnya.

Jelang petang nanti detikSore akan menghadirkan penulis buku Moving Forward Not Moving On, Trisa Triandesa. Berlatar belakang pendidikan Cognitive Neuroscience and Neuropsychology dari Birkbeck, University of London, dan sarjana psikologi dari Universitas Kristen Maranatha Bandung, dirinya kemudian menulis buku yang sarat ilmu soal hubungan neurosains dan kesehatan mental.

Dalam sepanjang risetnya saat menulis buku tersebut, fakta-fakta ilmiah apa saja yang ia temukan? Ikuti obrolannya dalam Sunsetalk.

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.


"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!" (vys/vys)



Berita Terkait