PM Badawi Bela Polisi

Demo Besar-besaran di Malaysia

PM Badawi Bela Polisi

- detikNews
Senin, 12 Nov 2007 15:14 WIB
Kuala Lumpur - Aparat kepolisian Malaysia bertindak tegas terhadap para pendemo yang menggelar aksi protes besar-besaran di Kuala Lumpur. Polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa yang berdemo pada Sabtu 10 November lalu. Bahkan kabarnya, sejumlah pendemo dipukuli dan ditendang oleh polisi.Perdana Menteri (PM) Malaysia Abdullah Ahmad Badawi membela tindakan aparat tersebut. Badawi bahkan mengaku senang dengan apa yang telah dilakukan polisi terhadap para pendemo."Saya telah menyerahkan hal itu pada polisi dan mereka menanganinya dengan sangat baik dan saya sangat senang," kata Badawi seperti dilansir harian New Straits Times, Senin (12/11/2007)."Pertemuan ilegal seperti itu akan menimbulkan masalah dan membuat banyak orang marah," tutur Badawi.Ratusan polisi melepaskan gas air mata dan meriam air pada sekitar 30 ribu orang yang menggelar aksi unjuk rasa 10 November lalu. Massa berjalan dari pusat kota ke istana kerajaan untuk menyerahkan memorandum yang menyerukan pemilihan yang bersih dan fair. Ini merupakan aksi demo terbesar di Kuala Lumpur dalam satu dekade terakhir.Menurut organisasi HAM terkemuka Suaram, sebanyak 40 pendemo ditangkap. Namun menurut kepolisian, 245 orang telah ditahan. Pihak penyelenggara unjuk rasa menyatakan, sedikitnya 7 orang dipukuli dan ditendang oleh polisi. Beberapa orang bahkan harus dirawat di rumah sakit, termasuk seorang pria yang mengalami patah kaki.Aksi protes yang jarang terjadi ini merupakan demo terbesar di Kuala Lumpur sejak unjuk rasa besar-besaran tahun 1998. Saat itu para pendukung Anwar Ibrahim yang waktu itu menjabat Deputi PM turun ke jalan untuk berunjuk rasa atas pemecatan Anwar dan penangkapannya atas tuduhan sodomi dan korupsi.Aksi protes kali ini menyerukan reformasi proses pemilihan. Menurut Badawi, demo tersebut bertujuan untuk menarik institusi kerajaan dan raja ke dalam politik. "Saya percaya, raja bijaksana dan matang serta tidak akan jatuh ke jebakan politik mereka," imbuh Badawi.Di Malaysia, raja yang bertindak atas nasihat kabinet, menandatangani RUU menjadi UU dan menunjuk para menteri, hakim dan duta besar. Raja juga sangat dihormati oleh rakyat kebanyakan. (ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads