Anwar Ibrahim Tuding Pemerintahan Badawi Pembohong
Senin, 12 Nov 2007 14:42 WIB
Nusa Dua - Tindakan pemerintah Malaysia yang mengklaim telah menahan ratusan demonstran dinilai berlebihan. Sebab para demonstran itu hanya menginginkan Malaysia lebih baik.Kritik itu disampaikan mantan wakil perdana menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim di sela-sela acara pertemuan Asosiasi Konsultan Politik Internasional di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Senin (12/11/2007)."Demo beberapa waktu lalu itu adalah mengenai tuntutan koalisi oposisi dan masyarakat untuk pemilu yang bersih dan adil. Itu saja yang mereka minta," ungkap Ibrahim.Menurut Ibrahim, pemerintahan di bawah kepemimpinan Abdullah Ahmad Badawi penuh kebohongan. Banyak orang yang sudah meninggal namun tetap tercatat sebagai pemilih dan pemilu lalu.Pemerintahan Badawi juga menutup akses media massa. Sementara kelompok oposisi tidak pernah diberi kesempatan untuk berbicara."Tapi yang lebih parah penipuan, ini memalukan bagi negara yang berbicara soal contoh negara Islam di dunia yang moderat tetapi menipu. Islam macam apa dia. Korupsi boleh, menipu boleh, mencuri uang rakyat boleh," tukas Ibrahim.Polisi Malaysia, Minggu 11 November, mengklaim telah menahan 245 orang yang diduga ikut serta dalam unjuk rasa sehari sebelumnya. Namun setelah membuat pernyataan, para demonstran tersebut dibebaskan.Meski demikian, proses hukum terhadap mereka tetap dilakukan. Jika terbukti ikut serta dalam unjuk rasa tersebut, mereka akan dituntut dan terancam hukuman penjara selama satu tahun.
(djo/nrl)











































