Mbah Lim Gelar Ritual 'Cuci Otak' Jaksa & Hakim Syaukani
Senin, 12 Nov 2007 14:39 WIB
Jakarta - Prof Dr Limbat alias Mbah Lim, paranormal yang dibawa Bupati Kutai Kertanegara nonaktif, Syaukani Hasan Rais, siang ini menggelar ritual khas paranormal di PN Tipikor. Ritual itu untuk 'mencuci otak' jaksa dan hakim yang sedang menyidangkan kliennya.Mbah Lim menggelar ritual di ruang terdakwa PN Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, yang berukuran 4 x 5 meter persegi. Ritual yang dinamakannya 'khadam roh' dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, Senin (12/11/2007).Untuk menjalani ritualnya, Mbah Lim menggunakan perantara berupa piring bertuliskan arab gundul, sebuah gelas bening tanpa air, pisang, tisu yang bertuliskan huruf Arab gundul, pisau dan sebatang rokok kretek.Mbah Lim memulai aksinya dengan membakar kertas bertuliskan Arab gundul dan menaruhnya di dalam gelas. Gelas itu kemudian diletakkan di atas piring yang dipegang seorang pria yang duduk berhadapan dengan Mbah Lim. Dia kemudian menusukkan sebilah pisau ke dalam gelas sambil merapal mantera yang terdengar seperti bahasa Arab selama 1 menit. Dia kemudian membakar tisu itu, sehingga asap membumbung dan menyebar ke seluruh ruangan.Ritual Mbah Lim menarik minat puluhan fotografer, sehingga mereka berebutan mengambil gambarnya, terutama ketika asap membumbung tinggi.Setelah asap mengepul, Mbah Lim merapal mantera lagi. Dia kemudian mengambil sebatang rokok kretek yang dililitnya dengan kertas tisu, sehingga membentuk gulungan panjang. Salah satu ujung tisu disambungkan ke dalam gelas, sedangkan satu ujung lainnya menyelip di bibir Mbah Lim. Dia kemudian merapal mantera lagi dan terdengar nama Syaukani disebutkan berkali-kali.Setelah itu dia menyemburkan darah ke arah gelas sebanyak 3 kali. Mbah Lim yang mengenakan busana serba hitam dan berpeci putih itu kemudian menarik pisau yang berada di dalam gelas. Namun pisau seperti tertancap, sehingga dia tampak susah payah mencabutnya. Sekitar 1 menit kemudian, dia berhasil menarik piasu dari dalam gelas. Dua mata pisau itu kemudian ditempelkan di lengan kiri dan kanan pria yang duduk di hadapannya. Ketika pisau menyentuh lengannya, pria tersebut tampak tersentak dan seperti orang yang kepanasan. Pisau itu kemudian diletakkan di atas piring, dan berakhirlah ritual Mbah Lim yang berlangsung selama 10 menit itu.Soal ritual itu, Mbah Lim mengaku dilakukan untuk membersihkan Syaukani dari orang-orang yang berpikiran negatif dan kotor. "Saya melakukan ritual Islami bahwa kebenaran adalah Pak Syaukani orang yang benar, jujur hatinya. Tujuannya agar hakim dan jaksa terbuka hatinya, agar dibukakan hatinya dari tuduhan-tuduhan," ujarnya.Soal darah yang disemburkannya ke dalam gelas, dia mengaku berasal dari darah-darah kotor di ruangan tempatnya melakukan ritual."Darah yang sudah membuat sidang selalu kesulitan, darah yang ingin selalu menzalimi Pak Syaukani, darah dari musuh politik," katanya.Sementara pisau yang digunakan dalam ritual, kata dia, untuk membunuh hati dan pikiran yang kotor.Saat Mbah Lim melakukan ritual, Syaukani sedang duduk di sebelah pengacaranya sambil mendengarkan saksi ahli Ryaas Rasyid yang dihadirkan dalam sidang.
(umi/nrl)











































