Bosan Kumpulkan Uang, Waluyo Pilih Masuk KPK
Senin, 12 Nov 2007 12:06 WIB
Jakarta - Waluyo menjadi calon pimpinan KPK yang memiliki kekayaan terbanyak, Rp 9.084.415.539 dan US$ 50.560. Deputi bidang Pencegahan KPK ini mengaku sudah bosan mengumpulkan uang sehingga memutuskan masuk ke KPK."Dengan (jumlah kekayaan) ini, saya merasa sudah cukup, dan saya sejak 4 tahun lalu memutuskan untuk masuk ke KPK," kata Waluyo saat mengumumkan harta kekayaannya di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (12/11/2007).Waluyo mengaku kekayaan senilai Rp 9 miliar lebih itu dikumpulkan sejak 1975. Saat itu Waluyo bekerja di sebuah perusahaan minyak multiinternasional British Petroleum. "Kalau mau menambah penghasilan, saya sekarang bisa jadi vice president di sana," tuturnya.Waluyo mengungkapkan uang itu pun nantinya akan digunakan untuk membiayai sekolah anak-anaknya. "Saat ini mereka prestasinya lumayan baik. Juara terus," ujarnya.Calon pimpinan KPK 'termiskin' disandang Amien Sunaryadi dengan kekayaan Rp 387.506.251. Uang itu pun setelah dikurangi utang yang sebesar Rp 140 juta. Wakil Ketua KPK ini mengaku hanya memiliki rumah di kawasan Rawa Lumbu, Bekasi yang dimilikinya sejak 1990.Dalam kesempatan itu, Direktur penuntutan Jampidum Kejagung Antasari Azhar membantah memiliki rumah di kawasan elit Pondok Indah. Antasari mengaku memiliki kekayaan Rp 3,34 miliar."Apabila saya diberitakan punya rumah di Pondok Indah, itu tidak benar. Dalam laporan saya, tidak tercantum rumah saya di Pondok Indah, karena memang saya tidak punya rumah di Pondok Indah," ujarnya.Perlu diketahui, para calon ini minimal akan mikmati penghasilan sekitar Rp 50 juta/bulan sebagai pimpinan KPK. Penghasilan itu akan bertambah jika salahsatu dari mereka dipilih menjadi ketua KPK.
(ary/nrl)











































