Israel Perluas Operasi Militer di Lebanon, Warga Diminta Evakuasi

Israel Perluas Operasi Militer di Lebanon, Warga Diminta Evakuasi

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 31 Mei 2026 16:21 WIB
Buildings lie in ruins in the Saray historic neighbourhood following an Israeli strike on Tuesday, according to Lebanons state news agency, in Nabatieh, Lebanon May 20, 2026. REUTERS/Stringer     TPX IMAGES OF THE DAY
Serangan Israel Rusak Kawasan Bersejarah di Lebanon Selatan pada 20 Mei 2026 (Foto: REUTERS/Stringer)
Jakarta -

Militer Israel memperluas operasi skala besar daratnya di Lebanon Selatan. Israel mengklaim serangan itu untuk memerangi kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

"Sejumlah besar tentara darat IDF memulai operasi ofensif yang bertujuan untuk memperluas Garis Pertahanan Depan.... Operasi saat ini meluas ke wilayah tambahan," demikian pernyataan militer Israel, menambahkan bahwa pasukannya telah menyeberangi sungai Litani seperti dikutip dari AFP, Minggu (31/5/2026).

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan pasukan Israel telah menyeberangi Sungai Litani Lebanon, yang mengalir sekitar 30 kilometer di utara perbatasan bersama kedua negara pada hari Jumat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gencatan senjata untuk menghentikan pertempuran antara Israel dan Hizbullah yang didukung Teheran secara resmi berlaku pada 17 April, tetapi tidak pernah dipatuhi.

ADVERTISEMENT

Baik Israel maupun Hizbullah saling menuduh melanggar gencatan senjata dan membenarkan serangan mereka dengan dugaan pelanggaran pihak lain.

Militer Israel mengatakan telah melancarkan operasi yang dimulai beberapa hari lalu di daerah Beaufort Ridge dan Wadi al-Saluki di Lebanon selatan. Serangan itu bertujuan menghilangkan ancaman langsung terhadap komunitas di Galilea Panhandle dan Metula, dan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kendali operasional di Lebanon selatan.

Militer Israel memperingatkan warga sipil Lebanon yang tinggal di selatan sungai Zahrani untuk mengungsi. Israel memperingatkan bahwa mereka tengah meningkatkan operasi melawan Hizbullah.

"Warga Lebanon Selatan, Anda harus segera pindah ke utara Zahrani," tulis juru bicara militer berbahasa Arab, Avichay Adraee, di media sosial.

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menuduh Israel menerapkan 'kebijakan bumi hangus' di selatan negaranya. Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan Israel telah menewaskan lebih dari 3.371 orang sejak 2 Maret, ketika Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam perang Timur Tengah.

Simak juga Video 'Israel Masuk Daftar Hitam PBB soal Kekerasan Seksual':

(yld/knv)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini