Jembatan Ambruk di Labuhan Batu, Transportasi Terputus
Minggu, 11 Nov 2007 20:59 WIB
Medan - Ambruknya jembatan di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara (Sumut), menyebabkan transportasi menuju empat kecamatan di daerah tersebut terputus total. Pada Minggu (11/11/2007) masyarakat kini tengah berusaha membuat jembatan darurat dengan menggunakan batang kelapa.Jembatan Kalundang, di Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Labuhan Batu merupakan urat nadi utama jalur transportasi dari Rantau Prapat, ibukota Labuhan Batu, menuju empat kecamatan. Yakni Kecamatan Bilah Hilr, Panai Tengah, Panai Hulu, dan Panai Hilir.Ambruknya jembatan tersebut pada Sabtu (10/11/2007) malam, menyebabkan arus kendaraan tertahan. Praktis hanya kendaraan roda dua saja yang bisa melintas. Itu pun dengan sangat hati-hati."Jembatan ini putus karena memang sudah lama rusak kondisinya," kata Ngadimin (45) salah seorang warga Panai Hilir kepada wartawan di lokasi.Pada Minggu malam masyarakat masih berusaha merapikan batang-batang kelapa yang disusun di bekas jembatan agar arus kendaraan dapat berjalan kembali. Namun sejauh ini baru kendaraan roda empat yang berukuran kecil yang dapat melintas. Sementara kendaraan dengan ukuran yang lebih besar tetap tidak dapat melintas karena dikhawatirkan akan menyebabkan jembatan darurat itu ambruk kembali.Berkenaan dengan hal ini anggota DPRD Sumut Efendy Naibaho menyatakan kondisi jembatan yang sudah mulai ambruk sudah terlihat sepekan lalu waktu dia berkunjung ke sana."Kita meminta kepada Kepala Dinas Jalan dan Jembatan Sumut untuk segera memperbaiki jembatan tersebut. Harus segera sebab jika tidak berarti pejabatnya tidak bisa memenuhi tuntutan tugas," ujar Naibaho. Ambruknya jembatan Kalundang, telah menyebabkan terputusnya akses dari dan menuju desa-desa yang ada di empat kecamatan tersebut lebih dari 24 jam. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap aspek ekonomi dan sosial masyarakat.
(rul/ndr)











































