Istri Petugas Katulampa pun 'Dikerahkan' Pantau Air
Minggu, 11 Nov 2007 17:29 WIB
Jakarta -
Bogor baru saja hujan deras. Tak ayal pintu air di Katulampa, Bogor, pun jadi tujuan warga Jakarta."Berapa ketinggian air di Katulampa?" detikcom mengecek pada pukul 17.00 WIB, Minggu (11/11/2007)."30 Cm, di bawah normal. Tadi hujan, tapi sekarang sudah selesai," begitu jawaban dari ujung sana. Si pemilik suara adalah seorang perempuan.Apakah dia petugas pintu air Katulampa yang sedang dinas sore? "Bukan, saya Ibu (istri) Andi. Pak Andinya sedang mantau air di bendungan," jawabnya. Yang dimaksud perempuan itu adalah Andi Sudirman (40), suaminya, yang juga penjaga resmi pintu air Katulampa.Andi Sudirman, pegawai honorer Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kota Bogor, ini selalu sibuk di musim hujan ini. Telepon dari Jakarta tak berhenti berdering untuk menanyakan ketinggian air. Ketinggian air di Katulampa berdampak pada banjir tidaknya Jakarta.Ibu Andi menuturkan, telepon kantor bendungan Katulampa telah diparalelkan ke rumahnya. Jika suaminya keluar memantau ketinggian air, maka orang di rumahnyalah yang mengangkat telepon."Kalau lagi nyuci atau masak ya kita tinggalin buat nerima telepon," ujar perempuan 2 anak itu dengan logat Sundanya. Saat ditelepon detikcom, Bu Andi mengaku sedang memasak di dapur.Keluarga Andi Sudirman menetap di rumah dinas di atas sungai yang dipantaunya. "Dari kaca jendela kelihatan arus airnya. Kalau kita lagi tidur terus air deres gitu, terdengar suara batu-batunya, geluduk-geluduk gitu," cerita Bu Andi yang siap mengangkat telepon 24 jam nonstop bila suaminya berada di lapangan.
(nrl/nwk)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































