Siswa SMA 34 Dianiaya Senior
Tawaran 17 Agustus Pembawa Petaka
Minggu, 11 Nov 2007 16:23 WIB
Jakarta - Maksud hati ingin belajar di sekolah unggulan, apa daya malah jotosan yang diterima. Itulah nasib mengenaskan Muhammad Fadhil (16), siswa SMA 34, Pondok Labu, Jakarta Selatan.Fadhil mengalami luka di sekujur tubuhnya dengan patah tulang tangan kiri akibat dianiaya senior-seniornya.Orangtua Fadil, Herry Sirath menuturkan, peristiwa kekerasan itu berawal ketika Fadhil baru saja diterima di SMA 34 pada 17 Agustus 2007. "Ketika itu ketua Geng Gazper di SMA 34 berinisial WL mengajaknya untuk bergabung," kata kata Herry dengan nada geram di rumahnya, Jalan Teratai XIV Blok N-8 Tanjung Barat Indah, Jagakarsa, Jaksel.Namun Fadhil yang masih menjadi siswa baru di SMA tersebut menolak ajakan WL. Penolakan Fadil memicu kemarahan WL dan teman-temannya. Para ABG ini pun langsung menggiring Fadhil ke kamar mandi. Di kamar mandi, Fadhil ditampar.Tidak berhenti sampai di situ, usai pulang sekolah, lanjut Herry, Fadhil diajak komplotan Geng Gazper ke daerah Pesanggrahan, Cinere, Jaksel. Di sana, Fadhil dianiaya. Dia diadu dengan seniornya serta dipukuli beramai-ramai hingga tangan kirinya patah. Namun tindakan kekerasan yang dialami Fadhil dipendamnya hingga berbulan-bulan. Orang tua Fadhil baru mengetahui kekerasan yang dialami anaknya pada Kamis 8 November 2007. Pada saat itu, ibunya mendapati Fadhil bolos sekolah. Setelah didesak, Fadhil mengaku bolos sekolah karena takut kepada senior-seniornya.Sore harinya, kemudian Fadhil ditemani ayahnya mengadukan kasus tersebut ke Mapolsek Cilandak dan terungkaplah kekerasan dalam sekolah tersebut."Saya ingin peristiwa ini memberikan pelajaran pada seluruh siswa bahwa kekerasan ini sudah lama terjadi dan harus dihapus. Apa harus menunggu ada yang meningggal dulu?" gugat Herry.
(rmd/nrl)











































