Kampung Melayu Banjir: Siang Dibersihkan, Sore Hujan Lagi

Kampung Melayu Banjir: Siang Dibersihkan, Sore Hujan Lagi

- detikNews
Minggu, 11 Nov 2007 11:05 WIB
Kampung Melayu Banjir: Siang Dibersihkan, Sore Hujan Lagi
Jakarta - Banjir masih menggenangi Kampung Melayu akibat hujan deras Sabtu 10 November 2007 malam. Rutinitas tahunan menunggu, malam hujan deras dan banjir, pagi bersih-bersih rumah dan kampung.Beruntung bila malamnya tak diguyur hujan kembali. Namun jika rintik hujan datang, esoknya bersih-bersih lagi. Sungguh melelahkan. Hal itu dikeluhkan Dini (31), warga RT 6/ RW 3, Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur kepada detikcom, Minggu (11/11/2007). "Biasanya siang sudah bersih, eh petang sudah hujan gede lagi, terus malamnya air masuk. Tapi memang seperti inilah hidup di dataran rendah," ujarnya pasrah.Tak hanya bersih-bersih, kegiatan ronda siang-malam juga harus dilakoni. Sebabnya, warga yang tak ingin motornya terendam harus mengungsikannya ke tempat yang lebih tinggi. Jadilah penitipan motor dadakan yang dijaga sukarela oleh pemuda setempat."Secara bergantian pemuda-pemuda di situ ronda jaga motor. Selain itu juga takut ada orang-orang yang berniat jahat," ujar Toyo (29), warga RT 8/RW 2 Kampung Pulo.Pantauan detikcom hingga pukul 10.30 WIB, ratusan sepeda motor diparkir di ujung-ujung gang di Kampung Pulo. Kampung itu masih terendam banjir. Tingginya bervariasi, dari semata kaki orang dewasa, selutut hingga sedada orang dewasa.Diperkirakan 16 RT dari 2 RW masih terendam luapan Sungai Ciliwung itu, yang menurut warga puncaknya terjadi pada Minggu dini hari."Puncak ketinggian sekitar dini hari pukul 02.00 WIB. Waktu itu air hingga sedada orang dewasa sekitar 1 meter," beber Wira (54), warga RT 6/RW 3.Ada sekitar 50 rumah yang masih terendam sekitar 1 meter. Semua rumah itu berada persis di tepian Sungai Ciliwung. Sekitar 50 warga yang mayoritas berusia lanjut masih mengungsi di Masjid Al Mubarok di kampung itu. Ada juga warga yang mengungsi di emperan toko Jalan Otista.Sementara aktivitas warga yang mencolok, membersihkan air dan lumpur di rumah-rumah mereka. Anak-anak kecil bermain-main di sisa air yang masih tergenang.Belum tampak tenda pengungsian maupun dapur umum di lokasi. (nwk/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait