Halau Aparat, Istana Eden Dijaga Pasukan Malaikat

Halau Aparat, Istana Eden Dijaga Pasukan Malaikat

- detikNews
Sabtu, 10 Nov 2007 17:22 WIB
Halau Aparat, Istana Eden Dijaga Pasukan Malaikat
Jakarta - Presiden SBY pada 5 November 2007 lalu mengumumkan tindakan tegas terhadap komunitas Eden. Komunitas yang dipimpin Lia Aminuddin alias Lia Eden pun mengerahkan malaikat mengamankan istananya."Aku, Jibril Ruhul Kudus, memaklumatkan bahwa sejak tanggal 6 November 2007, Kerajaan Eden dalam keadaan siaga penjagaan penuh oleh pasukan malaikat," bunyi maklumat yang komunitas Eden yang ditandatangani Jibril Ruhul Kudus itu.Maklumat ini tertera di atas kertas berkop lambang komunitas Eden, dua merpati bertengger di atas bola dunia. Di atas lambang itu tertulis "God's Kingdom" dan di bagian bawah lambang tulisan "Takhta Suci Kerajaan Tuhan Eden".Maklumat ini menyebutkan, istana Eden yang terletak di Jalan Mahoni 30, Bungur, Senen, Jakarta Pusat, itu tak akan bisa ditembus pihak luar. "Sekeliling istana Eden diliputi kekuatan gaib yang maha kuat tak tertembuskan. Percayalah!" bunyi maklumat tertanggal 6 November 2007 itu."Siapa-siapa yang bersikukuh ingin memasuki istana tanpa sebab maupun yang ingin melakukan kekerasan dan penahanan, akan kami lumpuhkan," lanjut maklumat itu.Maklumat itu juga menyatakan, siapapun yang melakukan penyegelan akan binasa. Siapapun yang memblokir listrik, maka Tuhan akan memadamkan listrik seluruh Jakarta."Dan apabila terjadi pemaksaan kekuasaan atas komunitas Eden dan mempermaklumatkan pemberantasan Eden, binasalah mereka semuanya. Dan Tuhan mendatangkan gempa dahsyat-Nya," bunyi maklumat itu.Ketika detikcom mendatangi istana Eden, Sabtu (10/11/2007), tidak terlihat penjagaan, apalagi ada 'malaikat'. Terlihat beberapa sepeda motor terparkir di luar dan pintu pagar tertutup namun tak terkunci.Setelah detikcom menarik tuas bel, seorang berpakaian ala ihram jamaah haji keluar dari dalam rumah menanyakan maksud kedatangan. Begitu tahu dari pers, pria yang kemudian diketahui bernama Adit itu mempersilakan masuk untuk duduk di bangku beranda istana Eden.Beranda rumah ini terlihat bersih dan rapi. Bunga-bunga bermekaran. Terlihat balai-balai yang beralaskan kasur. Suasananya terlihat damai. Sedangkan di dalam rumah terlihat sibuk seperti sedang ada rapat.Namun detikcom tidak diperkenankan masuk ke dalam rumah. Setelah menunggu beberapa menit, Adit membawa kantong putih dari kertas berisi risalah, surat, dan CD berisi risalah. Ada salinan surat untuk Presiden SBY, Jaksa Agung, Kapolri, dan MUI.Termasuk yang terkini adalah maklumat menanggapi vonis 3 tahun penjara dari MA terhadap Abdul Rachman yang dianggap komunitas Eden sebagai reinkarnasi Nabi Muhammad. (aba/sss)


Berita Terkait