Bung Tomo, 62 Tahun Terlupakan

Bung Tomo, 62 Tahun Terlupakan

- detikNews
Sabtu, 10 Nov 2007 14:20 WIB
Jakarta - Hari Pahlawan merujuk pada pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, Jawa Timur. Kala itu Bung Tomo mengobarkan perjuangan rakyat menentang Belanda melalui siaran radio. Telah 62 tahun berlalu, gelar Pahlawan Nasional tidak jua disandangnya.Mulai dari Presiden Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur, Megawati, bahkan kini SBY yang masih menjabat, belum ada yang terpikir untuk memberikan gelar penghargaan tersebut kepada almarhum pria bernama lengkap Sutomo itu.Usulan agar Bung Tomo diangkat menjadi Pahlawan Nasional terus mengalir. Kali ini dari Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir yang disampaikan usai memembuka Rakerwil I DPW PAN DKI Jakarta serta pelantikan DPC-DPC PAN se-DKI Jakarta di Lapangan Basket Hall D, kompleks Senayan, Jakarta, Sabtu (10/11/2007)."Kita dengar kemarin pemerintah telah memberikan penghargaan kepada beberapa tokoh, dan ada satu yang belum, yakni Bung Tomo. Karena itu kami mengusulkan dia juga diberi penghargaan," ujar pria yang akrab disebut SB ini.Diakuinya, Bung Tomo memang hanya tokoh lokal. Namun Bung Tomo telah dikenal luas, dan jasa-jasanya terhadap bangsa ini cukup besar. "Mungkin nanti juga akan kita usulkan melalui Fraksi PAN di DPR," ujar SB.Bung Tomo tercatat pernah dipenjara pada era Soeharto selama setahun sejak 11 April 1978. Dia wafat tahun 1981 saat menunaikan ibadah haji. Jasadnya dimakamkan setahun kemudian setelah dibawa pulang ke Ngagel, Surabaya.Bung Tomo pernah menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang Bersenjata/Veteran sekaligus Menteri Sosial Ad Interim pada 1955-1956. Dia kemudian menjadi anggota DPR dari Partai Rakyat Indonesia pada 1956-1959. (irw/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads