Pengamat: Capres 2004 Didukung Dana Hasil Illegal Logging
Sabtu, 10 Nov 2007 13:44 WIB
Jakarta - Bisnis illegal logging sudah jadi kanker di Indonesia. Menggerogoti eksekutif, legislatif, yudikatif serta para kontestan Pemilu. Tak terkecuali para capres yang bersaing di Pilpres 2004 lalu.Para calon pemimpin bangsa itu diyakini ikut merasakan nikmatnya uang panas tersebut."Banyak yang berdiri di belakang kampanye presiden. Saya tidak sebutkan presidennya siapa, dan sekarang perusahaan industri kayu itu dituduh mencurikayu," ungkap Direktur Sekretariat Kerjasama Pelestarian Hutan Indonesia (Skephi) Indro Cahyono usai Obrolan Sabtu Ramako FM di Mario's Place, Menteng Huis, Cikini, Jakarta, Sabtu (10/11/2007).Dana dari hasil illegal logging ini, kata dia, merambah ke dalam setiap aspek negara. "Di level legislatif terlibat, eksekutif terlibat, yudikatif terlibat, jadi semua elemen penting negara ini terlibat," ungkap Indro.Cukong kayu illegal logging Adelin Lis dipastikan Indro berperan di tingkat daerah. Adelin yang divonis bebas dari tuntutan maling kayu memiliki jaringan yang kuat di setiap sektor negara di tingkat daerah."Jadi indikasi yang sangat kuat, kekebalan hukum Adelin Lis ini menunjukkan kalau dia punya beking di tingkat nasional, apakah itu menyumbang dana capres atau lainnya," kata Indro.
(aba/umi)











































