Banyak Veteran Hidup Prihatin
Sabtu, 10 Nov 2007 11:37 WIB
Jakarta - Upaya pemerintah mewujudkan janji peningkatan kesejahteraan veteran, ternyata belum dinikmati merata oleh anggota LVRI. Masih sangat banyak veteran yang dalam usia senja saat ini hidup dalam kondisi yang memprihatinkan."Masih banyak lho veteran yang jadi pemulung atau tidak punya rumah. Kalau pemerintah memberi perhatian, kan mestinya tidak ada yang kleleran begini," ujar Letkol (Purn.) Tarmidi di TMP Kalibata, Jakarta, Sabtu (10/11/2007).Saat ditemui wartawan usai mengikuti upacara peringatan Hari Pahlawan, anggota LVRI DKI Jakarta itu mengenakan pakaian khas LVRI. Yakni batik dan peci warna kuning tua yang mulai pudar warnanya. Di dada kanannya tersemat rangkaian bintang saja yang bersinar.Pria jangkung berusia 70 tahun ini mengaku dapat memaklumi kesulitan keuangan negara untuk bisa tingkatkan kesejahteraan veteran. Tapi ia menyayangkan, upaya kecil yang selama ini dilaksanakan pemerintah lebih banyak dinikmati oleh veteran perwira tinggi dibanding bintara dan tamtama."Yang jadi anak buah kan lebih banyak dibanding pimpinan. Jadi ya masih lebih banyak veteran yang hidupnya susah. Itu teman-teman ke sini juga pakai uang sendiri," ujarnya sambil menunjuk ke arah sekelompok veteran yang duduh berteduh di pagar TMP Kalibata.Namun bukan berarti para veteran mengharapkan pemerintah menaikkan uang pensiun bulanan mereka. Setidaknya dengan kemampuan yang ada, negara bisa menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan yang pantas diterima oleh setiap orang yang telah berkorban bagi bangsa dan negara."Bagi kami yang sudah tua ini, yang paling dibutuhkan kan layanan kesehatan. Tapi kartu Askesnya jangan pakai yang untuk orang miskin dong. Memang kami orang miskin, tapi kan pantas mendapat layanan kelas I," imbuhnya.
(lh/gah)











































