3 Warga Didor, 4 Polisi Luka dalam Bentrok Illegal Logging
Sabtu, 10 Nov 2007 09:46 WIB
Pekanbaru - Aparat kepolisian dan warga bentrok di Sesa Simalinyang, Kecamatan Kampar, Riau. Pada insiden yang dipicu oleh operasi pemberantasan illegal logging itu, 3 warga tertembak dan 4 aparat luka terkena lemparan batu dan kayu."Kita sedang mencari aktor siapa di balik kerusuhan ini. Sebab dalam hal ini kita melakukan tugas pemberantasan illegal logging," kata Kapolres Kampar, Riau, AKBP Muharom ketika dihubungi detikcom, Sabtu (10/11/2007).Muharom mengatakan keempat anak buahnya yang terluka kini masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda Riau, Jl Kartini, Pekanbaru. Sedangkan 3 warga yang tertembak; Pamas (34), Hendri (35), dan Zamzami (20); masih menjalani perawatan di RS Thabrani, Jl Sudirman, Pekanbaru."Namun dalam kasus bentrok ini kita belum ada menetapkan tersangkanya. Tapi kita akan mengusut aktor di balik kerusuhan ini. Kalau mereka sudah sehat kita akan mintai keterangan," ungkapnya.Bentrokan yang melibatkan 100-an warga Desa Simalinyang dan 30 aparat kepolisian terjadi pada Jumat, 9 November, kemarin. Saat itu beberapa anggota kepolisian menerima laporan di desa tersebut ada aktivitas illegal logging.Kayu alam diduga dirambah dari kawasan hutan lindung yang awalnya dialirkan lewat sungai. Selanjutnya kayu ilegal itu ditampung di desa Simalinyang. Dari desa inilah rencanya kayu akan dibawa masyarakat, baik ke Pekabnbaru atau diolah sendiri di pengetaman kayu."Tadi itu kita menangkap mereka saat akan menaikkan kayu ke dalam truk karena mereka tidak dilengkapi surat-surat. Namun ketika mereka akan ditangkap, mereka justru melakukan perlawanan kepada aparat," terang Muharom.Ketika ditegur, salah seorang warga yang bernama Pamas malah melawan dan meninju salah satu anggota kepolisian. Aparat pun memberikan tembakan peringatan ke udara.Suara letuasn senjata inilah yang memancing masyarakat lainnya 'nimbrung'. Polisi terus terdesak sehingga melepaskan tembakan yang mengakibatkan 3 orang warga terluka. Bukannya mundur, massa semakin beringas. Mereka menyerang dengan melemparkan batu dan kayu. Tercatat 2 mobil aparat rusak berat akibat dirusak warga.Terus terdesak, aparat minta bantuan Brimob Polda Riau. Namunm, kendati bantuan sudah datang, massa tetap saja beringas dan mendesak pihak kepolisian untuk memberitahu identitas anggota kepolisian yang sudah melakukan penembakan terhadap kawannya.Untuk meredam emosi warga polisi memberitahukan salah satu anggotanya yang melakukan penembakan. Akhirnya sore itu juga polisi menyetujui kesepakatan untuk melakukan pengobatan terhadap 3 orang warga."Ya biar saja mereka dirawat dulu. Kalau sudah sembuh nanti akan kita lakukan penyelidikan," tegas Muharom.Muharom mengatakan pihaknya tidak akan mengendurkan peperangan terhadap pelaku illegal logging. Bentrokan dan korban dari pihak aparat, menurutnya, adalah resiko dari pekerjaan.
(gah/gah)











































