Ramai-ramai Bus Bertahan Meski Terminal Cicaheum 'Disuntik Mati'

Ramai-ramai Bus Bertahan Meski Terminal Cicaheum 'Disuntik Mati'

Rifat Alhamidi - detikNews
Rabu, 27 Mei 2026 08:54 WIB
Penumpang berjalan menuju bus di Terminal Cicaheum, Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/7/2024). Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan berencana menghentikan operasional Terminal Bus Cicaheum dan akan memindahkan pelayanan angkutan bus baik Antar Kota
Foto Terminal Cicaheum: (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Jakarta -

Sejumlah bus memilih masih bertahan dan memutuskan belum beralih dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang, Bandung, Jawa Barat. Mereka memilih bertahan meski sudah ada kebijakan mengenai pengalihan layanan.

Dilansir detikJabar, Rabu (27/5/2026), Terminal Cicaheum menjadi titik pusat perjalanan bagi warga Kota Bandung menuju wilayah timur Pulau Jawa seperti Yogyakarta, Solo hingga Surabaya. Namun kini, terminal itu bakal disuntik mati lantaran dialihfungsikan sebagai depo Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan, Selasa (26/5), meski ada kebijakan aktivitas transportasi di Terminal Cicaheum ditiadakan. Namun kenyataannya, bus tetap mengangkut penumpang ke berbagai daerah seperti Garut, Tasikmalaya, maupun ke luar provinsi seperti Yogyakarta, Wonosobo, Solo hingga Surabaya.

"Gini, di sini kan bukan hanya ada bus yah, ada pedagang juga. Nah pedagang itu belum dapet kejelasan soal kompensasinya. Makanya, kita mah belum mau pihak ke Leuwipanjang karena kebijakannya juga belum ada kejelasan," kata seorang petugas bagian tiket terminal, Safrudin.

Dia pun mengaku belum tahu sampai kapan bakal bertahan di Terminal Cicaheum. Namun setidaknya, ia menginginkan harapan kompensasi itu bisa mendapatkan titik terang untuk para pedagang.

Yanto, warga lainnya, juga punya pandangan serupa. Dia beranggapan pengalihan layanan transportasi ke Terminal Leuwipanjang justru merepotkan karena beban operasional yang bertambah dari bus.

"Di Leuwipanjang juga sama, a, sepi. Penumpangnya sedikit. Toh lewatnya mah nanti ke sini-sini juga, kan malah nambah lagi buat biaya BBM-nya. Jadi kalau kata saya mah, kalau mau bikin kebijakan, sosialisasiin dulu yang matang, jangan ujug-ujug malah bikin aturan semaunya aja," kata Yanto.

Simak lengkapnya di sini.

Lihat juga Video 'Detik-detik Bocah Perekam Bus Telolet Dijambret Pemotor Berhelm Ojol':

(zap/imk)


Berita Terkait