JK: Kepala Daerah Harus Berani Tak Populer
Jumat, 09 Nov 2007 15:23 WIB
Jakarta - Para kepala daerah diimbau tidak ragu-ragu dalam membuat kebijakan meski tidak populer di mata rakyat. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai hal itu bisa menghambat kemajuan."Kalau bilang tidak ya tidak. Pemimpin itu jangan berfikir populis terus tapi negara tidak maju, buat apa," kata Kalla di hadapan 33 gubernur dan Ketua DPRD se-Indonesia di Gedung Lemhannas, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2007).Menurut Kalla, negara justru bisa dirugikan jika pemimpin lebih mengutamakan popularitas. Dia lalu mencontohkan satu keputusan pemerintah yang tidak populis, yaitu saat menaikkan BBM pada 2005."Dampaknya kan bisa kita rasakan sekarang. Kalau nggak dinaikkan, bisa kolaps negara kita," ujar Kalla.Dia menjelaskan, jika saat itu BBM tidak dinaikkan, maka subsidi yang harus dibayar pemerintah saat ini bisa mencapai angka Rp 300 triliun.Pada acara itu, JK juga mengingatkan seluruh kepala daerah untuk selalu mengikuti aspirasi masyarakat. Termasuk yang disampaikan melalui aksi demonstrasi."Pemimpin harus mau menanggung risiko untuk kemajuan," imbuhnya.
(fiq/nrl)











































