Chusnul Enggan Ikut Komentari Polemik Anggaran Pemilu
Jumat, 09 Nov 2007 13:07 WIB
Jakarta - KPU bagi Chusnul Mar'iyah adalah masa lalu. Karenanya, dia enggan mengomentari polemik anggaran Pemilu 2009 yang diteken koleganya Ramlan Surbakti. Pun soal pemangkasan dana tersebut.Dia menyerahkan masalah itu kepada anggota KPU yang baru."Saya nggak mau komentar soal itu, yang jelas terserah pada anggota KPU nanti mau seperti apa," ujar Chusnul.Chusnul menyatakan hal itu usai menjadi pembicara dalam talk show bertema "Berapa harga sebuah pemilu" yang diselenggarakan DPD di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (9/11/2007).Ketua Pansus RUU Paket Politik, Ferry Mursyidan Baldan, juga sependapat dengan Chusnul. Dia menolak mengomentari angka-angka yang dinilai fantastik itu.Menurutnya, lebih baik merinci apa yang dibutuhkan ketimbang membicarakan soal besar kecilnya anggaran."Saya tidak bilang Rp 10,4 triliun itu realistis, tapi jangan sampai pemilu terkesan mahal. Jangan dulu bicara soal angka, saya juga belum menghitung yang harus diperinci lebih dulu," kata dia.Ferry menambahkan kebutuhan Pemilu 2009 dipengaruhi berbagai faktor, yakni jumlah data pemilih dan perbandingan antara pemilu yang akan berlangsung dengan sebelumnya.Sementara soal penyelenggaraan pemilu, Chusnul menantang anggota KPU baru untuk bisa menyamai prestasi penyelenggaraan Pemilu 2004. Jika berhasil, dia akan mengacungi jempol."Kalau mereka bisa seperti kita, saya akan acungi jempol," cetus Chusnul.Namun dia menolak saat dimintai komentar soal perkiraan apakah Pemilu 2009 nanti akan berjalan sukses atau tidak. "Itu bukan urusan saya, urusan saya yang 2004 saja," elaknya.
(umi/sss)











































