Tanggul Jebol, Setengah Bulan Muara Baru Jakut Kebanjiran
Jumat, 09 Nov 2007 12:13 WIB
Jakarta -
Sudah hampir 2 minggu banjir laut pasang (rob) menyerang kampung Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Rob mengenangi akses jalan ke pemukiman warga dan pelabuhan ikan Muara Baru. "Belum selesai-selesai. Nggak biasanya selama ini," kata Edi (23), warga RT5/1 Muara Baru, Jumat (9/11/2007).Menurut warga, lamanya banjir dikarenakan tanggul pembatas daratan dan air laut jebol. Pembangunan ulang belum dilaksanakan karena persoalan teknis. "Katanya nunggu air surut baru bisa dibeton lagi. Tapi ini tidak surut-surut," keluh Edi.Efek sampingnya, puluhan tukang becak mengais rezeki. Jalan yang tertutup banjir dimanfaatkan pengayuh kendaraan roda tiga itu untuk memberikan jasa omprengan. Berderet-deret, tukang becak menanti pelanggan. "Pagi saja. Soalnya kalau siang sudah mulai surut. Untung, 10 ribu-15 ribu masih dapat," kata Darno (37), pengayuh becak.Agak jauh dari Muara Baru, puluhan pekerja tengah membeton tanggul Kali Angke, Muara Angke. Alat berat berupa molen raksasa menggelontorkan ribuan metrik adukan semen ke tanggul tersebut. Sementara itu, warga Muara Angke masih terus meninggikan jalan, tempat pengasinan ikan dan rumah masing-masing. "Wah kalau nggak ditinggikan bakal banjir. Di sini tanahnya lebih rendah dari air laut," ucap salah satu warga, Hasan (41).
(Ari/nrl)










































