Pakistan Memanas, Bhutto Dikenai Tahanan Rumah
Jumat, 09 Nov 2007 12:10 WIB
Islamabad - Ketegangan di Pakistan masih berlanjut. Mantan Perdana Menteri (PM) Pakistan Benazir Bhutto bahkan dikenai tahanan rumah.Demikian disampaikan seorang pejabat senior pemerintah Pakistan yang minta dirahasiakan identitasnya.Penahanan ini dilakukan hanya beberapa jam sebelum wanita itu akan memimpin aksi demo besar-besaran. Aksi tersebut dilakukan untuk memprotes status keadaan darurat yang ditetapkan Presiden Pakistan Pervez Musharraf."Dia berada dalam tahanan rumah," ujar pejabat tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (9/11/2007).Di kediaman Bhutto di Islamabad, lusinan polisi terlihat berada di jalan di luar rumahnya. Untuk menghentikan aksi demo yang tadinya akan dipimpin Bhutto, pemerintah Pakistan mengerahkan sekitar 6 ribu petugas polisi di Rawalpindi, dekat Islamabad. "Dalam kondisi apapun, aksi protes tidak akan dibiarkan. Hukum akan bertindak terhadap siapa saja yang melanggarnya," tegas Kepala Kepolisian Rawalpindi Saud Aziz.Situasi ini terjadi sehari setelah Musharraf mengumumkan akan menggelar pemilihan umum pada 15 Februari 2008 mendatang, atau satu bulan lebih lambat dari rencana. Pengumuman pemilu tersebut dilakukan sebagai upaya meredakan kritikan dari sekutu-sekutu Barat dan lawan politik di dalam negeri.
(ita/nrl)











































