Lokalisasi Judi di Pulau Bintan
KWTE Butuh Investasi Rp 24 T
Jumat, 09 Nov 2007 11:27 WIB
Pekanbaru - Rencana pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Eksklusif (KWTE) di Pulau Bintan dengan fasilitas perjudian bertaraf internasional membutuhkan investasi sebesar Rp 24 triliun. Investor asing siap mendanai lokasi judi tersebut. Program KWTE dengan fasilitas perjudian membuka peluang investasi sendiri buat pemilik modal, baik dalam negeri maupun luar negeri. Karena jumlah dana yang dibutuhkan tidak tanggung-tanggung. Diperkirakan akan menghabiskan dana Rp24 triliun. Nah, bagi investor yang berminat, dapat mendaftar ke Pemkab Bintan. Polanya kawasan bisnis objek wisata dan judi ini dikelola sistem bagi hasil."Dari usulan yang kita terima dari Pemkab Bintan, objek wisata dan judi itu dikelola dengan cara sharing. Jadi siapa yang berminat silakan saja menanamkan investasinya. Tentunya semua ini jika usulan ini sudah tuntas di bahas di Pansus DPRD Bintan," terang Joko Zakaria Ketua Tim Pansus WTI dan Judi dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (9/11/2007).Perkiraan angka mencapai Rp 24 triliun ini, terang Joko, terdiri dari pembangunan hotel, objek wisata pantai, serta lokasi judi. Untuk hotel saja, diperkirakan membutuhkan minimal 5.000 kamar. Ini belum lagi sejumlah peralatan judi bertaraf internasional."Bagaimana bentuk mesin perjudian itu, kita juga kurang tahu. Itu semua kita serahkan kepada investor yang berminat menanamkan investasinya di KWTE. Sudah banyak investor asing yang berminat menanamkan investasinya. Hanya memang masih menunggu payung hukum yang kuat atas KWT tersebut," terang Joko.Bila KWTE ini benar-benar terwujud, kata Joko, maka dengan sendirinya hal itu akan berdampak pada peluang kerja demi mengurangi angka pengangguran. Diperkirakan bila objek wisata ini terbangun, maka sedikitnya bakal menampung 13 ribu tenaga kerja."Ini belum kita hitung tenaga kerja untuk membangun kawasan itu. Mungkin lebih dari puluhan ribu tenaga kerja yang bisa tersalurkan dalam membangun kawasan objek wisata tersebut. Jadi dari sisi mengurangi angka pengangguran, sangat positif sekali," terang Joko.
(cha/djo)











































