Khusus Pelancong Berkocek Tebal

Lokalisasi Judi di Pulau Bintan

Khusus Pelancong Berkocek Tebal

- detikNews
Jumat, 09 Nov 2007 11:08 WIB
Pekanbaru - Konsep lokalisasi perjudian internasional di kawasan wisata terpadu eksklusif (KWTE) Pemkab Bintan untuk menarik turis asing. Sedangkan umat muslim, dilarang masuk.Turis asing yang menjadi sasaran pun bukan mereka yang hanya jalan-jalan menikmati pemandangan saja. Turis yang datang harus mau merogoh koceknya untuk berjudia ria di kawasan objek wisata Lagoi di ujung Pulau Bintan, Kepri."Jadi memang konsepnya kita mengundang turis asing yang datang ke lokasi perjudian dari kalangan menengah ke atas," kata Ketua Pansus pembahasan lokasi judi di Bintan, Joko Zakaria dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (9/11/2007).Dalam program KWTE itu membutuhkan luas area 2 ribu hektar. Dari luas itu, ada kawasan khusus untuk lokasi judi. Kawasan khusus inilah dianggap kawasan tertutup. Artinya, kawasan tertutup ini memang tidak untuk umum. Tapi hanya berlaku bagi turis asing yang ingin bermain judi."Karena kawasan khusus ini hanya diperuntukkan lokasi judi tadi. Jadi saya kira tidak masalah kalau hal itu benar-benar dibangun di Pulau Bintan," terang Joko.Wakil Ketua DPRD Bintan ini mengaku, saat ini persoalan lokasi judi itu banyak ditentang masyarakat termasuk kalangan DPRD Bintan sendiri. Tapi baginya, bila konsep kawasan khusus itu benar-benar dijalankan, maka dianggap tidaklah akan merusakan tatanan budaya yang sudah ada."Memang kawasan judi itu masih satu kawasan dengan obyek wisata pantai di Lagoi. Tapi nantinya, kawasan khusus yang dijadikan arena perjudian tertutup untuk umum," kata Joko.Lokasi perjudian yang berada dalam kawasan khusus itu, lanjut Joko, maka masyarakat umum terutama umat muslim bakal dilarang masuk. Arena judi hanya boleh dikunjungan turis asing yang tentunya punya modal besar."Konsepnya dengan tegas, masyarakat umum dilarang masuk, apa lagi umat Islam. Jadi lokasi perjudian benar-benar dikhususkan hanya untuk turis asing, bukan untuk masyarakat umum," kata Joko. (cha/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads