Lokalisasi Judi di Pulau Bintan
Investor Asing Siap Tanam Modal
Jumat, 09 Nov 2007 10:07 WIB
Pekanbaru - Pemkab Bintan, Kepri, akan membuat program Kawasan Wisata Terpadu Eksklusif (KWTE) yang di dalamnya tersedia berbagai bentuk permainan judi bertaraf internasional. Setidaknya 10 investor asing telah siap menanamkan investasinya.Rencananya lokasi judi itu akan dibangun di kawasan objek wisata Lagoi di ujung Pulau Bintan. Selama ini kawasan Lagoi yang luasnya 27 ribu hektar baru terkelola sekitar 10 persen untuk objek wisata yang kini dikelola investor Singapura. Dari luas itu, sekitar 2.000 hektar akan dijadikan objek wisata baru yang mereka sebut Kawasan Wisata Terpadu Eksklusif (KWTE). Di areal objek wisata itu akan dibangunl sebuah arena perjudian yang bakal menjadi pesaing judi internasional di Genting Highland, Malaysia. "Rencananya memang kawasan KWTE itu akan ada arena judi seperti Genting Haighland. Tapi ya mungkin, bentuk bangunannya tidak akan sama dengan yang di Malaysia itu. Hanya konsep perjudiannya yang mungkin mirip dengan Genting Haighland," kata Ketua Pansus KWTE DPRD Bintan, Joko Zakaria dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat ( 9/11/2007 ).Dalam membangun KWTE ini, katanya, sifatnya Pemkab Bintan akan sharing dengan investor, baik luar maupun dalam negeri. Namun informasi yang sudah diterima pihak dewan, setidaknya sudah ada 10 investor asing yang berminat menanamkan investasi di KWTE tersebut."Investor ini akan menanamkan ivestasinya dalam berbagai bidang, mulai hotel, resort, lokasi permainan tradisional sampai lokasi perjudian. Saat ini yang kami tahu, ada tiga negara yang berminat untuk membangun lokasi judi, Malaysia, Cina dan Singapura," terang Joko.Saat ini DPRD Bintan tengah membentuk tim Pansus yang akan menelaah usulan Pemkab Bintan tersebut. Rencana KWTE ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat maupun di dewan sendiri. "Rencana pembangunan fasilitas perjudian di KWTE itu menjadi perdebatan alot di kalangan dewan sendiri. Namun semua aspirasi pro dan kontra ini tetap kita tampung," kata Joko.
(cha/djo)











































