Kontingen Garuda Pengganti ke Libanon Segera Dikirim
Kamis, 08 Nov 2007 17:17 WIB
Jakarta - Tugas Kontingen Garuda (Konga) XXIII-A di Libanon berakhir. Para tentara yang tergabung dalam kontingen tersebut akan kembali ke Tanah Air pada 13 November 2007. Pasukan pengganti pun dipersiapkan.Rencananya, pemberangkatan pasukan pengganti yang diberi label XXIII-B ini akan dilakukan dalam 2 gelombang. Gelombang pertama 12 November 2007 dengan dipimpin Dansatgas Letnan Kolonel Infanteri AM Putranto. Sedangkan gelombang kedua berangkat 28 November 2007, dan gelombang ketiga berangkat 30 November 2007 dipimpin Letnan Kolonel Marinir Ipung Purwadi.Demikian keterangan tertulis dari Pusat Penerangan TNI yang diterima detikcom, Kamis (8/11/2007).Untuk mempersiapkan keberangkatan ke Libanon, para anggota Konga XXIII-B mengikuti pelatihan pratugas selama 3 pekan yang dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah pembekalan teori yang digelar pada 18-19 Oktober 2007. Tahap kedua berupa latihan teknis dan taktis pada 20-25 Oktober 2007. Tahap terakhir adalah gladi lapang atau latihan aplikasi pada 26 Oktober-6 November 2007.Materi yang diberikan meliputi pengetahuan umum dan kemiliteran. Pengetahuan umum antara lain latar belakang konflik di Libanon, pengaruh hubungan internasional/diplomasi, pengenalan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Untuk materi militer umum, antara lain menembak, teknik bertempur perorangan, dan pertolongan pertama darurat di lapangan.Konga XXIII-B melibatkan sekitar 850 personel dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU, 407 personel dari Kostrad, 242 personel dari Marinir, 47 personel dari Paskhas, 12 personel dari Kopassus, 54 personel dari Balakpus TNI, 73 personel dari Kodam Jaya (Yonkav 7), 4 personel dari Kodam III/Slw (Ki Kavser 4), 4 personel dari Kodam IV/Dip (Ki Kavser 2), 4 orang dari Kodam V/Brw (Ki Kavser 3), 1 personel dari Dephan, dan 3 personel dari Deplu.Setelah mengikuti latihan pratugas, seluruh personel Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-B bertolak ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Mereka akan terbang ke daerah operasi Libanon dengan menggunakan pesawat komersial Thailand Airlines.
(nvt/sss)











































