Virus Cacar Indonesia Juga Pernah Dirampas WHO
Kamis, 08 Nov 2007 16:30 WIB
Jakarta - Selain virus flu burung, virus cacar yang asli Indonesia pun pernah dirampas World Health Organization (WHO). Vaksin cacar pun harus dibeli dengan mahal.Hal tersebut diungkapkan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari usai jumpa pers Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-43 "Rakyat Sehat, Negara Kuat" di Gedung Depkes, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (8/11/2007).Siti menceritakan apa yang dialami Indonesia di masa lampau. Siti menyebutkan bahwa virus cacar adalah virus asli Indonesia yang ditemukan saat penjajahan Belanda. "Tiba-tiba WHO mengumumkan seluruh dunia tidak boleh mempunyai virus cacar. Sampai-sampai Biofarma (BUMN farmasi) yang punya virus cacar dirusak dan tempat virus itu dihancurkan," kisah wanita berkacamata ini. Secara mengejutkan, lanjutnya, 4 hingga 5 tahun kemudian, diketahui hanya Amerika Serikat (AS) yang memiliki virus itu plus vaksin yang dihasilkan dari penelitian virus itu."Amerika membuat vaksin dan seluruh dunia harus membeli vaksin untuk cacar. Dan kalau tidak, ini ada senjata biologis untuk virus cacar. Kita terseok-seok, harga vaksinasinya mahal," kata dia.Belajar dari pengalaman tersebut, Siti tidak mau hal itu dialami Indonesia lagi. Siti menilai mekanisme sharing sample tersebut tidak adil dan harus diperbaiki.
(nwk/nrl)











































