Pergantian KSAL
Warisan Kowila yang Belum Usai
Kamis, 08 Nov 2007 15:06 WIB
Jakarta - Harta di lautan Nusantara sungguh banyak. Tapi kerap dicuri bangsa lain. Ikan, harta karun, bahkan pasir pun raib. Semua bisa tetap terjaga asalkan warisan kowila diteruskan.Kowila yang dimaksud adalah komando wilayah laut. Indonesia baru memiliki dua armada, yaitu Armada Kawasan Timur (Armatim) dan Armada Kawasan Barat (Armabar).Program pengembangan kowila menjadi tiga armada dengan tambahan Armada Kawasan Tengah, ditambah dengan penataan dan pergeseran sejumlah pangkalan lautnya, belumlah usai.Laksamana TNI Slamet Soebijanto berharap Laksamana Madya TNI Sumardjono sebagai pengganti posisinya sebagai KSAL tetap meneruskan warisan pekerjaan tersebut."Bila tidak diteruskan, yang kasihan negara. Ini jangan dianggap konsep itu punya saya. Itu konsep yang dibutuhkan negara. Jadi harus dilakukan," kata Slamet.Hal itu disampaikan dia usai penutupan seminar Pendidikan Reguler Angkatan ke-45 di Sekolah Komando Angkatan Laut (Seskoal), Jl Ciledug Raya, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (8/11/2007)."Saya berharap perubahan ini tetap dilakukan secara bertahap, tanpa harus dipotong di tengah jalan. Kasihan kan negara. Kayu hilang, ikan hilang, harta karun yang ada di dalam laut juga hilang dicuri orang, juga pasir," ujarnya.Indonesia sebagai negara besar, lanjut dia, perlu penjagaan dan pengamanan yang maksimal, baik dari segi aspek kekuatan, dukungan, dan organisasi.Keterbatasan anggaran menyebabkan program perubahan ini dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas hingga 2024. Salah satu caranya, secara bertahap dilakukan penataan, pergeseran, dan pembangunan pangkalan agar lebih strategis.Penataan pangkalan ini agar lebih efisien dan efektif dalam waktu dan biaya saat melakukan operasi. Misalnya, penataan Lantamal VII yang saat ini markasnya di Makassar, Sulawesi Selatan, nantinya akan dibangun juga markas di Tarakan, Kalimantan Timur, untuk meng-cover area tengah seperti laut Sulawesi.Begitu juga dengan Lantamal III Tanjung Pinang, nantinya juga memiliki markas di Mempawah, Kalimantan Barat, yang akan meng-cover wilayah di Natuna. "Pembangunan itu sudah dimulai. Ini dalam rangka mewujudkan laut yang aman untuk dilewati, termasuk oleh kapal negara lain," urainya.
(zal/sss)











































