ASEAN Takkan Beri Sanksi Myanmar
Kamis, 08 Nov 2007 14:19 WIB
Jakarta - Krisis di Myanmar merupakan salah satu agenda KTT ASEAN pada 19-22 November mendatang. Tapi ASEAN tidak akan menjatuhkan sanksi bagi negara anggotanya itu. Demikian papar Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal pada wartawan usai mendampingi Presiden SBY menerima Menlu Singapura, George Yeoh, di Kantor Presiden, Jakarta (8/11/2007). "Di dalam sejarahnya ASEAN tidak pernah jatuhkan sanksi anggotanya. We do not believe in sanction. But we do belive in engagement," ujar Dino. Delegasi RI sendiri dalam ajang di Singapura itu akan mengusung isu ancaman perubahan iklim. Indonesia ingin adanya konsensus global baru tentang penyelamatan lingkungan untuk menggantikan Kyoto Protocol yang akan berakhir pada 2012. Inti konsensus global yang harus juga dipatuhi negara-negara maju itu adalah penyediaan dana global bagi negara-negara berkembang untuk merawat hutan hujan tropis miliknya. Indonesia yakin isu tersebut mendapat dukungan dari semua anggota ASEAN. "Sejauh ini kita lihat begitu. Karena semua sudah tahu tidak mungkin itu (penyelamatan lingkungan global) tanpa keterlibatan negara-negara maju. Kita manfaatkan momen ini," ujar Dino.
(lh/nrl)











































