Fauzi Bowo: Kuat Mana Preman dengan Hukum?
Kamis, 08 Nov 2007 13:36 WIB
Jakarta - Warga Pondok Indah tak ingin wilayahnya dilewati busway. Bahkan kabarnya beberapa preman yang disewa untuk beraksi memblokir areal pembangunan. Namun Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo tidak gentar."Kuat mana preman dengan hukum?" tantang pria yang akrab disapa Foke ini di Hotel Cempaka, Jalan R Suprapto, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2007).Ditegaskan dia, pembangunan busway koridor VIII Lebak Bulus-Harmoni akan tetap diteruskan. "Apapun yang dilakukan untuk kepentingan masyarakat banyak akan terus berlanjut," cetusnya.Alasan penolakan warga Pondok Indah terhadap pembangunan busway karena merusak lingkungan dan menambah kemacetan, dianggap tidak memiliki dasar hukum. Sebab, kata Foke, Pemprov DKI akan mengganti pohon palem yang ditebang dan tetap mempertahankan dua lajur di luar lajur busway.Penolakan warga Pondok Indah terhadap pembangunan busway di wilayahnya justru dinilai Foke sebagai tindakan menunjukkan eksklusivitas.Dia pun mengancam akan menyelesaikan permasalahan ini melalui jalur hukum dan akan menuntut balik warga Pondok Indah jika diperlukan. "Kita sudah sepakati dengan Pak Kapolda, kita selesaikan secara hukum. Memang mereka saja yang bisa menuntut. Kita juga bisa," ujar Foke.Saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kapolda serta asisten pembangunan untuk membicarakan masalah pembangunan busway dengan perwakilan warga Pondok Indah. Surati KPKSementara itu, upaya warga Pondok Indah untuk mengadukan Sutiyoso dan Foke ke pimpinan KPK, gagal. Penyebabnya, mereka belum membuat janji lebih dulu."Kami akan besok akan mengirim surat untuk bertemu dengan Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki," kata pengacara warga Pondok Indah, Eggi Sudjana, kepada detikcom.
(ptr/sss)











































