Penutupan acara ditandai dengan penyerahan cinderamata Dekranas oleh Tri kepada para narasumber Bimtek. Dalam kesempatan itu, Tri juga berdialog dengan peserta yang mayoritas merupakan anak muda serta meninjau langsung proses pembuatan pewarna alami hingga proses menenun.
Saat berbincang dengan peserta, Tri menyarankan agar kerajinan tenun terus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, selain memiliki nilai budaya, tenun juga perlu mampu menarik minat generasi muda.
Sementara itu, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah (SUPD) III Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Fauzan Hasan mengatakan Bimtek tersebut terselenggara melalui kerja sama Dekranas, Kemendagri, dan Nautika Foundation.
Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis para pelaku UMKM sekaligus mendorong inovasi produk berbasis pewarna alami.
"[Upaya ini kami harap mampu] mendorong praktik produksi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," ujar Fauzan, dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).
Fauzan menambahkan, peserta yang mengikuti pelatihan merupakan generasi muda yang tengah merintis maupun mengembangkan usaha berbasis potensi lokal dan produk ramah lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kreativitas serta semangat berwirausaha dapat tumbuh sejak dini.
Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Umum TP PKK Pusat Lusje Anneke Tabalujan bersama jajaran pengurus TP PKK lainnya, pengurus Perwosi, Wakil Ketua Dekranasda Provinsi NTT Vera Johni Asadoma, Ketua Dekranasda Kabupaten Alor Lidya Siawan Winaryo, Direktur Nautika Foundation Hansen OI, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Simak juga video 'Menko PM: Fasilitas Publik Wajib Sediakan 40 Persen buat UMKM':
(ega/ega)











































