Rini menyampaikan semangat kebangkitan nasional sejak berdirinya Budi Oetomo pada 1908 adalah tentang kesadaran kolektif untuk bangkit melalui pendidikan, persatuan, dan kebudayaan. Menurutnya, semangat itu kini perlu ditransformasikan ke dalam konteks era digital.
"Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan segala instrumen yang tumbuh saat ini secara tepat, proporsional dan obyektif. Termasuk digitalisasi. Digitalisasi adalah tangga kemajuan tetapi kita harus memanfaatkannya dengan bijak dan proporsional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2026).
Adapun tahun ini, peringatan Harkitnas mengusung tema 'Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara'. Tema ini sejalan dengan filosofi identitas peringatan tahun ini yang merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui pelindungan para tunas bangsa.
Secara makna, Hari Kebangkitan Nasional menjadi simbol bangsa Indonesia perlu terus bergerak maju dan memperbaiki diri, termasuk di sektor pemerintahan.
Rini mengungkapkan Reformasi Birokrasi menjadi salah satu bentuk nyata 'kebangkitan' di era modern. Sebab, hal ini menuntut perubahan mindset, budaya kerja, dan struktur birokrasi agar sejalan dengan nilai‑nilai demokrasi, keadilan, dan kepentingan rakyat.
Ia menjelaskan, saat ini Kementerian PAN-RB tengah mempercepat transformasi Aparatur Sipil Negara (ASN). Transformasi dilakukan melalui penguatan kompetensi digital ASN untuk mencetak talenta birokrasi berdaya saing digital.
Menurut Rini, perubahan teknologi berdampak pada seluruh aspek pemerintahan menuju sistem berbasis data yang terintegrasi dan berorientasi kebutuhan masyarakat, termasuk pendidikan.
"Ke depan ASN harus melakukan transformasi besar menuju pemerintahan digital," ujarnya.
Rini pun berpesan kepada seluruh ASN untuk memaknai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dengan mempercepat transformasi digital pemerintah melalui penguatan talenta, modernisasi sistem kerja, dan kolaborasi lintas sektor.
Ia juga menyebut birokrasi ke depan harus lebih responsif dan berbasis data agar kebijakan dan layanan publik dapat dijalankan secara cepat, tepat, dan terukur.
Rini menegaskan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk kembali menyalakan api 'Boedi Oetomo' dalam setiap lini kehidupan.
"Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama," pungkasnya.
Tonton juga video "ASN WFH Boleh Kerja Sambil Nongkrong di Kafe? Ini Kata MenPAN-RB"
(anl/ega)











































