Elly Sudah Ingin Pulang ke Indonesia Sejak September
Kamis, 08 Nov 2007 01:47 WIB
Jakarta - Elly Anita binti Susilo Husein kini merasa lega terbebas dari bunyi desingan peluru di daerah konflik Kurdistan, Irak. Padahal Elly sudah ingin pulang semenjak konflik di Kurdistan dimulai pada September lalu."Awal September lalu, saya sudah menghubungi kakak saya karena sudah sering ada kontak senjata di sana. Bom sering meletus. Tapi majikan saya melarang untuk pergi," tutur Elly saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (7/11/2007).Selama di Kurdistan, Elly bekerja sebagai baby sitter dengan gaji sekitar Rp 1 juta. Namun, selama bekerja Elly didera kanker payudara. Sehingga meja operasi pun menjadi langganannya."Tapi saya harus tetap bekerja oleh majikan saya," ujar Elly yang mengaku dibayar Rp 1 juta oleh majikannya itu.Akhirnya, lanjut Elly, dirinya berhasil melarikan diri dari cengkeraman majikannya itu. Elly pun langsung mencari kantor International Organization Migran (IOM). Namun, lagi-lagi rencana Elly untuk pulang ke tanah air gagal."IOM telah menyanggupi untuk memulangkan saya ke Indonesia, tapi ada masalah, karena paspor saya masih ditahan majikan saya," tuturnya.Elly mengaku, sebelum bekerja di Irak, warga jember ini sempat bekerja selama 2 bulan di Dubai. Namun, karena sering mendapatkan pelecehan seksual dari staf agennya dan gaji yang kecil, Elly memutuskan untuk mencari pekerjaan sendiri."Akhirnya sampai di Kurdistan sekitar 10 bulan lalu," jelas Elly yang memiliki alamat di Dusun Tirtoasri RT 02/03 Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember ini.
(ary/ary)











































