Polly Satu-satunya Pilot di Corporate Security Garuda

Polly Satu-satunya Pilot di Corporate Security Garuda

- detikNews
Rabu, 07 Nov 2007 19:53 WIB
Jakarta - Surat tugas terpidana kasus pemalsuan surat Pollycarpus Budihari Priyanto dianggap sebagai pintu masuk kasus pembunuhan aktivis HAM Munir. Tak heran, keluarnya surat tugas itu menjadi uberan jaksa.Surat tugas Polly di Corporate Security Garuda lndonesia tertanggal 11 Agustus 2004 dari Dirut Garuda Indra Setiawan membuat Polly bisa terbang ke Singapura dan satu pesawat dengan Munir.Polly ditugaskan untuk diperbantukan sebagai aviation security. Namun Vice President Corporate Security Ramelgia Anwar mengaku tidak dilibatkan dalam penunjukkan Polly tersebut."Tahu-tahu ada surat dari Pak Indra untuk bantu saya. Itu hanya Polly yang diperintahkan," ujar Ramelgia.Hal itu disampaikan dia dalam sidang kasus pembunuhan Munir dengan terdakwa Indra Setiawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, Jakarta, Rabu (7/11/2007).Ditambahkan dia, bukan dalam rangka dumping fuel. Sebab memang tidak ada penugasan ke Singapura. "Surat (dari Indra) tidak menunjukkan wewenang saya, maka saya belum menugaskan dia. Menurut Polly, dia pergi ke Singapura pada 6 September 2004 atas nama Corporate Security," kata Ramelgia di hadapan hakim yang diketuai Heru Purnomo.Menurutnya, surat dari Indra tidak jelas dan rancu. "Buat Polly jelas, tapi buat yang ditempatkan tidak," lanjut Ramelgia.Ramelgia mengaku menandatangani surat penugasan jalan untuk tugas Polly tanggal 15 September 2004. Namun Chief Pillot Karmel Sembiring meminta tanggal pembuatan surat diubah menjadi tanggal 4 September 2004. Sebab saat surat dibuat, Polly sudah pulang dari Singapura. Ramelgia tidak segera membuat SPJ lantaran sedang ke luar kota.Karenanya Ramelgia mengaku baru tahu Polly sudah pergi ke Singapura jauh setelah 6 September.Dalam surat itu ada beberapa pilihan lokasi Polly terbang, yakni Jakarta-Surabaya-Jakarta, Jakarta-Denpasar-Jakarta, dan Jakarta-Singapura-Jakarta. Namun waktu terbang tidak ditentukan."Selama 30 tahun di Corporate Security, baru kali ini penerbang yang ditempatkan di Corporate Security," tambah dia.Bagaimana dengan Yohanes Pa'ad? Tanya kuasa hukum Indra Antawirya Dipodipuro. "Dia juga penerbang, tapi tidak ditempatkan di Corporate Security. Namun dia banyak beri informasi ke Corporate Security. Tidak ada surat tugas seperti Polly," beber Ramelgia.Dalam tanggapannya, Indra menyangkal jika surat yang dikeluarkannya tanggal 11 September itu rancu. "Dirut tidak akan membuat surat dengan detil. Yang penting jelas siapa yang diperbantukan dan kepada siapa bertanggung jawab," kata lndra.Dia mengingatkan, bukan Polly satu-satunya penerbang yang diperbantukan di Corporate Security. "Tahun 80-an saat pemogokkan pilot, Kapten Dodi Nurhadi juga terlibat tugas di Corporate Security," tambah Indra.Sementara saksi Chief Secretary Airbus 330 Rohainil Aini mengatakan, sedianya Polly terbang ke Beijing pada 5 September 2004, namun Kapten Karmel meminta perubahan jadwal. Sehingga pada 5-7 September Polly stand by dan tanggal 8 rapat."Ternyata tanggal 6 ada perubahan, Polly terbang ke Singapura," ujar Rohainil.Sidang akan dilanjutkan kembali pada Selasa 13 November dengan agenda pemeriksaan saksi. (nvt/ary)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads