Anggaran Polisi di Jakarta Cuma Habis Buat Gaji
Rabu, 07 Nov 2007 18:34 WIB
Jakarta -
Polda Metro Jaya memiliki anggaran cukup besar. Nilainya lebih dari Rp 1 triliun. Tapi uang itu sebagian besar hanya habis untuk gaji."Sekitar 70-80 persen digunakan untuk membayar gaji," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Adang Firman usai penutupan pengawasan dan pemeriksaan (wasrik) oleh Mabes Polri di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (7/11/2007).Untuk itu, bagi dana operasional seperti bensin kendaraan patroli, anggaran yang tersedia baru mencukupi 20 persen saja."Ini berpengaruh terhadap kinerja anggota kami," tambah Adang. Pihaknya terus berupaya agar anggaran bagi Polda Metro Jaya bisa dinaikkan."Tetap saja penambahannya terbatas. Kami terima segitu-gitu saja dari negara," kata Adang.Begitu juga dengan keinginan menambah personel, yang ujung-ujungnya mentok di anggaran. Namun Adang menjamin kalau anak buahnya anggotanya telah bekerja secara maksimal."Soal kemampuan anggota, misalnya yang harus dijaga 800 titik. Tapi jumlah anggota hanya cukup untuk 50 titik. Apakah itu salah kami? Penilaian (kinerja) harus dilihat dari semua hal," tukasnya.Sementara Irwasum Mabes Polri Komjen Pol Jusuf Manggabarani menilai kinerja Polda Metro Jaya masih rata-rata, meski lebih baik dibanding polda-polda lainnya di Indonesia."Bisa kita lihat dari pengamanan ibukota, juga saat pilkada. Masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki," tegas lulusan Akpol tahun 1975 ini.Jusuf juga mengakui bila anggaran bagi Polda Metro Jaya masih kurang, apalagi untuk dana operasional. "Tapi masyarakat metropolitan masih bisa menikmati keamanan," tandasnya.
(ndr/sss)










































