Ditagih Gaji, Ketua IMBI Riau Aniaya Karyawan
Rabu, 07 Nov 2007 18:19 WIB
Pekanbaru - Dengan sebilah parang tajam Haji Rudi Bandaro (45), pucuk pimpinan Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Cabang Riau membacok Dampi yang tidak lain karyawan hotelnya. Kini orang yang cukup tersohor di Pekanbaru itu ditahan polisi.Nama Rudi Bandaro lumayan tersohor di Pekanbaru. Dia juga dikenal sebagai pengusahan sukses bidang perhotelan. Tapi rupanya, Rudi Bandaro ini berbuat nekad kepada anak buahnya sendiri. Dia marah karena Dampi (24) bolak-balik menagih gajinya selaku pekerja di hotel Linda milik Haji Bandaro."Sekarang tersangka sudah kita tahan. Kita masih melakukan proses penyidikan lebih lanjut dalam kasus ini," terang Kasat Reskrim Poltabes Pekanbaru, Kompol Trunoyudo kepada wartawan, Rabu (7/11/2007) di Pekanbaru.Perilaku tidak senonoh ini terjadi karena persoalan sepele saja. Dimpa sebagai karyawan hotel, sudah tiga bulan tidak menerima gaji yang penuh. Dalam tiga bulan terakhir ini, paling banter hanya menerima gaji 70 persen saja. Dari sanalah, Dimpa berupaya menagih sisa kekurangan gajinya yang masih digantung majikannya. Rupanya, sikap nekad Dimpa yang terus bolak-balik menagih gajinya itu membuat Rudi Bandaro naik pitam.Selasa (6/11/2007) malam hari sekitar pukul 20.00 WIB, Dimpa mendatangi rumah Rudi Bandaro di Jl Tuanku Tambusai Gang Subur. Seperti biasa, Dimpa menagih sisa gajinya. Saat diminta, Rudi pun kesal. Lantas dengan emosi, dia mengambil sebilah parang tajam yang tertelak di grasi mobil.Lantas parang tajam itu pun dia layangkan ke wajah Dimpa. Rudi juga melayangkan parangnya ke lengan kiri korban. Melihat Rudi yang terus emosional, Dimpa pun menyelamatkan diri. Dia berlari meminta pertolongan warga sekitar. Alhasil warga pun menyelamat Dimpa dari serangan Rudi Bandaro. Dia pun dilarikan warga ke salah satu rumah sakit di Pekanbaru. Dari sanalah, baik korban dan warga melaporkan kasus pembacokan ini ke pihak kepolisian."Beberapa jam setelah kejadian, atas laporan korban dan warga, kita lantas menangkap tersangkap. Kita sudah melakukan penahanan," kata Trunoyudo.
(cha/djo)











































