Harkitnas, Ibas ke Mahasiswa: Jadilah Generasi Adaptif, Kolaboratif, Progresif

Harkitnas, Ibas ke Mahasiswa: Jadilah Generasi Adaptif, Kolaboratif, Progresif

Ega Shepiani - detikNews
Rabu, 20 Mei 2026 15:56 WIB
MPR RI
Foto: dok. MPR RI
Jakarta - Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan bahwa momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bagi generasi muda untuk tidak hanya mengejar pendidikan secara akademik, tetapi juga membangun karakter, moral, dan semangat kebangsaan.

Hal itu agar mampu menjadi generasi emas yang adaptif, kolaboratif, serta hadir sebagai sumber solusi bagi berbagai tantangan bangsa di masa depan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Kebangsaan menyambut Hari Kebangkitan Nasional bertajuk 'Belajar Now, Aksi Esok, Ukir Great Future, Generasi Emas Bangun Bangsa'. Seminar tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya ISIMU Pacitan, Universitas Indonesia, Universitas Pertahanan, UIN Jakarta, hingga Universitas Negeri Jakarta.

Dalam sambutannya, Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur VII dari Fraksi Partai Demokrat itu mengingatkan bahwa pendidikan tidak boleh hanya dimaknai sebagai proses memperoleh gelar semata. Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab lebih besar untuk membentuk jati diri kebangsaan dan menjadi generasi penerus yang mampu membawa perubahan positif bagi Indonesia.

"Saya yakin mahasiswa yang hadir hari ini tidak hanya mencari gelar, tetapi juga sedang menempa diri untuk menjadi generasi yang memiliki jati diri kebangsaan," ujar Ibas, dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

Lulusan S2 Nanyang Technological University tersebut juga menekankan bahwa semangat Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai lebih luas, bukan sekadar menjaga filosofi bangsa, melainkan juga memahami arti penting pendidikan dalam membangun masa depan Indonesia.

Ia mendorong generasi muda untuk aktif mengawal jalannya pemerintahan melalui kritik yang konstruktif, menjaga persatuan, memperjuangkan keadilan, serta memastikan setiap kebijakan bermuara pada kesejahteraan rakyat.

"Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya soal mempertahankan filosofi bangsa, tetapi bagaimana kita memahami makna pendidikan dan ikut mengawal pembangunan agar tetap mengedepankan persatuan, keadilan, dan kesejahteraan nasional," kata Ibas.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) itu menjelaskan bahwa tujuan akhir pembangunan negara adalah terciptanya kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pembangunan harus mampu menghadirkan kehidupan yang lebih cerdas, lebih terdidik, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maju dan berdaulat.

Menurut lulusan S3 IPB University tersebut, kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Ia mengingatkan bahwa pendidikan sejati tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga kematangan moral dan kepribadian.

"Kalian harus menjadi kompas moral bagi diri sendiri. Pendidikan yang sejati adalah pendidikan yang membentuk manusia bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan perilaku," ungkap Ibas.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu juga mendorong generasi muda untuk hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan bangsa, mulai dari kemiskinan, disrupsi teknologi, lingkungan hidup, hingga pengangguran. Ia meminta mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga penggerak dan penjernih informasi di tengah masyarakat.

"Jadilah generasi yang adaptif, kolaboratif, dan progresif. Saya ingin kalian menjadi generasi emas yang cerdas, berkarakter, inovatif, peduli, dan terus membangun bangsanya. Negara ini terlalu luas untuk diurus satu golongan, kita hanya bisa maju jika berjalan bersama," tegas Ibas.

Sementara itu, Rektor ISIMU Pacitan Dr. Ahmadi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada para mahasiswa untuk hadir langsung di Gedung DPR RI dan berdialog bersama Ibas. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi momen berharga yang membangkitkan semangat, harapan, dan rasa percaya diri mahasiswa, khususnya bagi mereka yang berasal dari daerah.

Ahmadi menilai kunjungan akademik tersebut tidak sekadar menjadi perjalanan edukatif, tetapi juga pengalaman yang membuka wawasan kebangsaan mahasiswa tentang demokrasi, kepemimpinan, dan masa depan Indonesia. Ia juga menyebut sambutan hangat serta pesan-pesan kebangsaan yang disampaikan Ibas telah memberikan motivasi besar bagi mahasiswa untuk terus belajar, menjaga integritas, dan berkontribusi bagi bangsa.

"Mahasiswa kami pulang bukan hanya membawa dokumentasi perjalanan, tetapi juga membawa inspirasi, harapan, dan keyakinan baru bahwa anak-anak daerah pun memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi besar dan mengambil bagian dalam membangun Indonesia," tutup Ahmadi.

Seminar kebangsaan tersebut turut dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pacitan yang juga merupakan Badan Pembina Harian ISIMU Pacitan, Suprayitno Ahmad. Kehadiran para akademisi, tokoh pendidikan, dan ratusan mahasiswa dari berbagai universitas itu menambah semangat diskusi kebangsaan yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme.

Tonton juga video "Ibas soal Coding Diajarkan di SD-SMP: Bagus Bagi Negara Kita"

(prf/ega)



Berita Terkait