Awalnya, Prabowo menyinggung pemerintah ingin mendorong peran swasta yang lebih besar dalam perekonomian nasional. Namun ia mengingatkan agar perusahaan besar berjalan dengan benar dan mampu bersaing secara global.
"Saudara sekalian, sebaliknya, kita tidak boleh merasa bahwa negara akan berbuat semuanya. Kita ingin menumbuhkan peran swasta yang lebih besar, besar tapi bener, jangan besar tapi tak bener. Kita juga harus mengakui prestasi banyak perusahaan kita yang bisa bersaing di tingkat global," kata Prabowo saat pidato di gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Ia kemudian menyinggung sejumlah perusahaan Indonesia yang dinilai berhasil menembus pasar internasional, seperti mi dan kopi. Prabowo berseloroh keberhasilan itu juga karena presidennya ikut mendorong budaya minum kopi.
"Bagaimanapun, perusahaan seperti Indofood sudah dipasarkan ke seluruh dunia. Kalau saya ke Eropa, banyak orang Eropa nyari Indomie, bahkan banyak negara Afrika menganggap itu produk merek," ujarnya.
"Juga perusahaan seperti Mayora berhasil memasarkan Kopiko di lebih dari 100 negara, karena mereka memiliki brand ambassador, presidennya juga mendorong minum kopi di mana-mana," ujarnya.
Setelah mengatakan itu, Prabowo tampak celingukan mencari kopi di sekitar podium. Setelah menemukannya, ia langsung meminta izin kepada pimpinan sidang untuk minum.
"Tapi saya paham, panitia penyelenggara DPR tahu kalau... oh ada (nemu kopi yang telah disediakan di atas podium)," ujar Prabowo.
"Saya mohon izin, boleh saya minum, Ibu Ketua (DPR)?" ujar Prabowo sembari meminta izin kepada Puan yang kemudian disambut tepuk tangan para anggota DPR yang hadir.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung sejumlah merek lokal lain, seperti Es Teler 77. Ia bahkan sempat bercanda dengan kader Partai Gerindra untuk membuat saingan dari merek tersebut dengan angka 88.
"Ada juga itu Es Teler 77, kalau orang Gerindra nggak, mau bikin saingannya Es Teler 88," kata Prabowo yang kembali disambut tawa anggota Dewan.
Prabowo lalu meminta maaf kepada Puan atas candaannya tersebut. Menurutnya, hal itu untuk membangkitkan semangat anggota Dewan agar tidak ngantuk.
Sambil mengenakan kacamata, ia memantau apakah ada kader Gerindra yang tertidur saat sidang berlangsung.
"Maaf Ibu Ketua, supaya nggak ngantuk majelis ini. Saya hanya berhak atas Gerindra ya, jadi saya cek ada Gerindra yang tidur nggak," ujarnya.
Tonton juga video "Prabowo Ajak Anak Muda Jadi Pengusaha: Jangan Semua Minta Jadi ASN"
(eva/knv)











































