Myanmar Tolak Pembicaraan dengan PBB & Suu Kyi
Rabu, 07 Nov 2007 14:45 WIB
Yangon - Junta Myanmar terus menunjukkan taringnya. Pemerintahan militer Myanmar menolak tawaran PBB untuk menggelar pembicaraan tiga pihak yang melibatkan Aung San Suu Kyi, pemimpin demokrasi yang tengah ditahan junta.Para jenderal Myanmar juga menolak campur tangan asing ataupun PBB dalam urusan mereka. Demikian disampaikan Menteri Informasi Myanmar Brigadir Jenderal Kyaw Hsan kepada utusan PBB Ibrahim Gambari yang berkunjung ke Yangon, Myanmar.Sikap junta tersebut merupakan pukulan bagi misi Gambari untuk mendorong reformasi demokrasi menyusul operasi berdarah junta terhadap para pendemo. Operasi tersebut menewaskan setidaknya 13 orang dan ribuan orang ditangkap.Gambari telah mengusulkan pertemuan antara dirinya, Aung San Suu Kyi dan junta Myanmar. Namun Kyaw Hsan mengatakan, pertemuan tiga pihak untuk saat ini tidak mungkin dilakukan. Demikian diberitakan koran pemerintah, New Light of Myanmar seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (7/11/2007). Kyaw Hsan juga menegaskan, sanksi Dewan Keamanan PBB tidak akan banyak membantu. Ditegaskannya, junta tidak akan terpengaruh dengan tekanan luar. Menurutnya, PBB telah menuruti tekanan AS untuk menerapkan sanksi Dewan Keamanan."Saya ingin menekankan bahwa tekanan dan sanksi-sanksi terdahulu tidak memberikan bantuan apapun bagi proses demokratisasi kami. Begitu pula dengan tekanan-tekanan dan sanksi baru AS serta Uni Eropa," tandasnya.Sekjen PBB Ban Ki-moon prihatin akan minimnya kemajuan dalam misi Gambari di Myanmar. Apalagi karena Gambari hingga kini belum bisa menemui orang paling berpengaruh di junta Myanmar, Jenderal Than Shwe.
(ita/nrl)











































