Panglima TNI Sangkal KSAL Diganti karena Beda Pendapat
Rabu, 07 Nov 2007 12:29 WIB
Jakarta -
Panglima TNI Djoko Suyanto membantah jika KSAL Laksamana Slamet Subiyantodiganti karena berbeda pendapat. Pergantian Slamet murni regenerasi."Itu kan rumor, nggak ada itu," bantah Djoko usai pembukaan Munas Persatuan Purnawirawan TNI Polri (Pepabri) di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Rabu (7/11/2007).Menurut Djoko perbedaan pendapat biasa terjadi di tubuh TNI. Rapat-rapat TNI bisa berlangsung dengan keras jika membahas perbedaan yang ada."Tapi kalau sudah keluar keputusannya, itu harus dihormati bersama," kata Djoko.Djoko menjelaskan, usia pensiun juga bukan ukuran seseorang diganti dari jabatannya. Rotasi di tubuh TNI dilakukan sesuai kebutuhan dan bukan dari lamanya seseorang menjabat."Tidak ada jabatan TNI yang mengikuti jabatan pemerintah setiap 5 tahunan. Ini murni penyiapan kader-kader di organisasi TNI," lanjutnya.Dalam penetapan KSAL yang baru, Laksamana Madya Sumardjono, sebelumnya Presiden SBY meminta minimal 3 kandidat dari Mabes TNI untuk kemudian dipilih satu orang. Sumardjono yang sebelumnya menjabat Irjen Dephan, dinilai sebagai kandidat yang tepat."Sumardjono pada 2005 lalu sama-sama dengan saya jadi kandidat (Panglima TNI). Dia adalah orang yang pas," pungkas Djoko.
(fay/nrl)










































