Legislator soal Pidato Dolar Prabowo: Fundamental RI Kuat

Legislator soal Pidato Dolar Prabowo: Fundamental RI Kuat

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Senin, 18 Mei 2026 17:07 WIB
 Anggota Komisi XI DPR Fraksi Gerindra, Kamrussamad
Anggota Komisi XI DPR Fraksi Gerindra, Kamrussamad (Dok. YouTube DPR RI)
Jakarta -

Anggota Komisi XI DPR Fraksi Gerindra, Kamrussamad, merespons pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa 'orang desa tidak memakai dolar' di tengah kondisi rupiah yang melemah. Kamrussamad menilai pernyataan tersebut menyatakan fundamental ekonomi Indonesia kuat.

"Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto bahwa rakyat desa tidak memakai dolar AS merupakan pidato yang tepat di tengah dinamika penguatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang negara-negara di dunia, termasuk rupiah," kata Kamrussamad dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Kamrussamad mengatakan Prabowo memang sengaja hendak menegaskan dolar AS tak berdampak pada Indonesia. Menurut dia, fundamental ekonomi Indonesia memang kuat.

"Presiden Prabowo ingin menegaskan bahwa penguatan dolar AS tidak akan berdampak signifikan terhadap perekonomian rakyat Indonesia karena Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat," ucap dia.

Kamrussamad mengatakan Prabowo memperkuat ekonomi Indonesia dengan neraca perdagangan. Untuk memperkuat neraca dagang, menurut dia, produk ekspor Indonesia harus kompetitif dan impor harus dikendalikan.

Kamrussamad menyatakan, selama Prabowo menjabat, neraca bulanan ekspor impor Indonesia terus positif. Ekspor selalu lebih besar dari impor.

"Untuk membuat ekspor Indonesia semakin kompetitif, dalam 18 bulan terakhir ini Presiden Prabowo telah perjuangkan dan teken perjanjian dagang yang menguntungkan eksportir Indonesia dengan Uni Eropa (EU CEPA), Peru, Amerika, Kanada, Eurasia, dan kawasan lainnya," ujar dia.

Selain itu, Kamrussamad menilai dalam 18 bulan terakhir ini Prabowo telah mempercepat swasembada pangan dan energi. "Di era Presiden Prabowo, Indonesia berhasil swasembada beras, jagung, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, daging ayam, telur ayam dan bawang merah," imbuhnya.

Kemudian, menurut dia, di era Prabowo, Indonesia akan swasembada BBM solar dari program B50 serta PLTS 100 GW, swasembada BBM bensin dari program elektrifikasi, kilang RDMP dan eksplorasi sumur baru, serta swasembada gas dari program DME dan pemanfaatan CNG.

Prabowo sebelumnya bicara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus melemah hingga tembus Rp 17.500. Dia menyatakan nilai tukar rupiah masih terkendali, mengingat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sampai saat ini masih bisa tersenyum.

"Purbaya sekarang populer banget, Purbaya ini. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, nggak usah kalian khawatir itu. Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar," kata Prabowo dalam peresmian 1.062 Kopdes Merah Putih seperti dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5).

Lihat juga Video DPR Semprot Gubernur BI: Dolar AS Rp 17.600, tapi Masih Bilang Stabil

Halaman 2 dari 2
(maa/rfs)


Berita Terkait