90 Tahun Revolusi Rusia, 'Lenin' Berhasil Bertahan di Jerman
Rabu, 07 Nov 2007 08:17 WIB
Schwerin - Patung terakhir pemimpin Revolusi Rusia Vladimir Lenin di Jerman batal dirobohkan. Pemerintah Kota Schwerin menentang upaya pemindahan patung perunggu itu.Seperti dikutip dari AFP, Rabu (7/11/2007), pemerintah kota yang berada di bekas Jerman Timur itu sepakat pada Selasa lalu bahwa patung itu akan mengingatkan warga akan warisan politik Lenin yang brutal.Selain itu, patung pendiri Uni Soviet itu mengingatkan warga bahwa Lenin memiliki darah Jerman, yakni sisi ibunya memiliki kaitan erat dengan wilayah setempat, Mecklenburg-Western Pomerania.Keputusan ini berhasil diambil setelah debat selama 2 tahun. Debat ini muncul setelah patung Lenin di Berlin Timur dirobohkan tahun 1989 lalu dan kemudian muncul dalam film 'Goodbye Lenin'.Debat ini dipicu penyelidikan seorang anggota dewan rakyat, Christoph Priesemann, yang ayahnya dideportasi ke Uni Soviet dan ditembak tahun 1950-an karena menentang komunisme.Christoph Priesemann menyebut Lenin sebagai 'tiran terparah di abad 20' dan meminta patungnya dihancurkan. Namun usulan ini mendapat tentangan, termasuk dari pewaris politik Partai Komunis yang pernah berkuasa, bahwa penghancuran itu akan 'merobek selembar sejarah Jerman'.Menariknya adalah, keputusan pemerintah Schwerin ini diambil hanya sehari sebelum peringatan 90 tahun Revolusi Rusia yang dipimpin Lenin yang jatuh pada 7 November. Akhirnya, Lenin pun masih bertahan di Jerman.
(aba/nrl)











































