Ini Pemicu Perang Suku di Wamena yang Tewaskan 13 Orang

Ini Pemicu Perang Suku di Wamena yang Tewaskan 13 Orang

Paulus Pulo - detikNews
Senin, 18 Mei 2026 11:33 WIB
Perang suku pecah di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Foto: Perang suku pecah di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. (dok. Istimewa)
Wamena -

Sebanyak 13 orang tewas dan 789 warga mengungki akibat Perang antarsuku di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Perang kelompok tersebut dipicu denda adat kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan anggota DPRD Lanny Jaya tahun 2024 silam.

Perang antara suku Pirime (Lanny) dan suku Kurima (Woma) itu terjadi di Distrik Woma, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (14/5/2026). Kedua kelompok saling menggunakan senjata tajam dan panah.

"Konflik berawal dari pertikaian lama yang kembali memanas akibat persoalan denda adat pasca peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menewaskan anggota DPR dari Lanny Jaya pada tahun 2024," kata Kapolda Papua Irjen Patrige R Renwarin dalam keterangannya, dilansir detikSulsel, Jumat (15/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Patrige belum menjelaskan lebih jauh terkait perkara denda adat yang dimaksud. Namun situasi semakin kompleks setelah mediasi terkait pembayaran denda adat mengalami kebuntuan hingga berujung pada aksi saling serang.

"Tragedi bertambah setelah jembatan gantung di Kali UE roboh saat dilintasi massa, yang menyebabkan puluhan warga hanyut dan hilang," ucapnya.

Polda Papua telah menggelar rapat mitigasi penanganan konflik horizontal tersebut. Rapat yang turut melibatkan Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere membahas langkah-langkah mitigasi untuk mencegah eskalasi konflik lebih luas.

Baca selengkapnya di sini

Lihat Video 'Suasana Perang Suku di Wamena Buntut Denda Adat Tewasnya Legislator':

(idh/idh)


Berita Terkait