Diduga Diserang Flu Burung, Nabi Meninggal Dunia
Selasa, 06 Nov 2007 17:56 WIB
Pekanbaru - Sudah 3 hari Nabi dirawat di Puskesmas karena demam tinggi. Kondisinya yang tak kunjung membaik, Nabi pun dilarikan ke rumah sakit. Namun terlambat.Warga yang bernasib malang itu bernama lengkap Muhamad Nabi (31), warga Desa Babus salam Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Pria berumur 31 tahun ini sudah sakit demam tinggi berhari-hari.Pihak keluarga Nabi pun panik melihat suhu badannya melebihi 38 derajat. Lantas, keluarganya pun berinisiatif membawanya ke RSUD Arifin Achmad, satu-satunya rumah sakit di Riau yang memiliki ruangan khusus isolasi flu burung.Nabi tiba di RSUD, Selasa (6/11/2007) sekitar pukul 13.00 WIB. Para medis pun segera membawanya ke rungan isolasi flu burung. Tapi baru 5 menit menjalani perawatan, nyawa Nabi tak tertolong lagi.Menurut paman Nabi, Isman (49), ponakannya itu terpaksa dilarikan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru karena ada rekomendasi dari Puskesmas setempat yang menduga Nabi terserang flu burung. Karena itu mereka bergegas segara melarikannya ke Pekanbaru."Baru saja dirawat, Nabi sudah tidak tertolong lagi," terang Isman kepada wartawan di RSUD Pekanbaru.Isman menjelaskan, pihaknya sudah berkonsultasi ke tim medis RSUD. Tim medis menyebut, Nabi mengalami sesak napas, demam tinggi yang menyerupai gejala yang diderita suspect flu burung. "Walau demikian kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut, apa benar ponakan saya ini meninggal karena suspect flu burung atau karena penyakit lainnya," kata Isman.Sedangkan istri Nabi, Mia (29), merasa suaminya meninggal bukan karena suspect flu burung. Alasannya, di sekitar rumahnya tidak ada unggas atau pun Nabi tidak pernah kontak langsung dengan unggas."Kami sekelurga tidak ada yang pelihara unggas. Jadi saya kurang yakin kalau suami saya meninggal karena flu burung," terang Mia.Sementara itu, pihak RSUD Pekanbaru belum ada yang dapat dimintai keterangan atas meninggalnya Nabi.
(cha/aba)











































