PBNU Tidak Beri Solusi Konflik Internal PKB
Selasa, 06 Nov 2007 17:39 WIB
Jakarta - 10 Kiai PKB yang kepengurusannya dibekukan Gus Dur mengadu ke PBNU. Namun walau ikut prihatin, PBNU tidak bisa ikut campur."Saya belum berani menjawab apa-apa sekarang," ujar Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2007).Menurut Hasyim, perilaku politik yang ditunjukkan oleh para politikus di PKB tidak menunjukkan semangat kebangsaan dan keagamaan NU.Hasyim menambahkan, NU juga ikut rugi akibat gonjang-ganjing di PKB. Dia mencontohkan, andaikan PKB solid dan tetap menjaga hubungan baik dengan NU, maka kepentingan bangsa dapat terakomodasi."Di daerah Jatim yang katanya daerah NU, nyatanya mereka masuk kantor NU saja tidak mau. Padahal jika bersatu, perwakilan di DPRD dapat meloloskan anggaran untuk kepentingan umat," jelas cawapres Pilpres 2004 lalu.Hasyim melanjutkan, hal serupa juga terjadi di kantor PBNU. Bukannya kader-kader NU yang silaturahmi ke kantor PBNU, namun fraksi dan kalangan lain yang datang.Hasyim pun tidak mempermasalahkan hal tersebut. Namun menyayangkannya."Akhirnya yang di luar sergep datang. Nggak diundang sudah banyak ada rapat atau tidak," pungkas Hasyim.Usai pertemuan, salah satu kiai yang menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro PKB Jatim Abdul Aziz Mansur tidak mempermasalahkan Hasyim yang tidak memberi solusi kemelut mereka.Menurut dia, kedatangan ke kantor Hayim untuk menginformasikan keadaan PKB saat ini."Bukan jawaban yang saya harapkan. Kita di sini mendengarkan nasihat Pak Hasyim. Nanti yang memutuskan juga kita. Bukan PBNU," kata Abdul.Walau berselisih paham, Abdul berharap bisa berkumpul lagi di bawah bendera PKB. Tempat yang disebutnya sebagai rumah kedua.
(nik/sss)











































