Ampuhnya Metadon Redam HIV di Kalangan Bang Napi
Selasa, 06 Nov 2007 16:11 WIB
Jakarta - Jarum suntik yang biasa digunakan pemakai narkoba seolah-olah menjadi momok. Dari hitung-hitungan Komisi Penaggulangan AIDS pada 2006, 46 persen pengidap HIV berasal dari narkoba jarum suntik. Tapi itu belum seberapa. Dari data juga terungkap bahwa setiap harinya di Indonesia 169 orang terinfeksi HIV, dan 7 diantaranya anak-anak. Yang cukup mengejutkan 90 orang mati karena HIV untuk setiap harinya dan 12 yang tewas itu adalah anak-anak. "Ini juga mengagetkan saya, tapi ini berdasarkan data penelitian ahli epidomologi," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Dr Nafsiah Mboi usai acara peluncuran buku panduan program terapi rumatan metadon di Hotel Molenium, Tanah Abang, Jakarta, Selasa (6/11/2007). Dan salah satu upaya penanggulangan penyebaran HIV lewat jarum suntik ini adalah melalui terapi metadon. "Sasaran layanan ini adalah kelompok yang memiliki ketergantungan opioida dengan jarum suntik," tambah Nafsiah. Alasan memakai metadoan ini yakni toksisitas rendah, efek samping relatif rendah, masa aktif panjang, penyimpanan sederhana, dan paling murah. Tingkat penggunaan jarum suntik yang menakutkan ini pun diamini Harm Education Advicer IHPCP James Blogg. Untuk itulah terapi metadon adalah salah satu solusi yang bisa diandalkan. Dia mencontohkan penggunaan metadon di Iran, yang telah digunakan di 60 penjara. Di negeri para mullah itu kini terdapat penurunan angka kekerasan, melukai diri sendiri, pencurian, bunuh diri, dan peredaran narkoba. Namun dia menyarankan agar pengawasan terhadap para pengguna metadon ini perlu diperhatikan, saat memakai metadon harus benar-benar di depan pengawas dan juga dosis. "Sedikit contoh kecil para tahanan wanita di Sydney, membobol klinik untuk mendapatkan metadon. Untuk itu perlu dilakukan pengawasan ketat," tambahnya. Selain itu untuk tahanan yang memakai metadon, kemudian dia bebas perlu juga dilakukan pemantauan. "Untuk itu perlu dibentuk pusat nasional pemantauan agar ada kesinambungan perawatan," tambah Blogg yang telah mencoba metadon di tahanan di Australia dan juga Kanada ini. Pengunaan metadon ini pun menurut Blogg di beberapa negara memberikan hasil positif yang nyata. Sebab secara langsung mencegah penggunaan jarum suntik. "Menurunnya angka HIV, dan mencegah kembalinya para pemakai ke penjara," tambahnya.
(ndr/ana)











































