Pusing dengan Kemacetan, Tarif Parkir Mahal Dipertimbangkan

Pusing dengan Kemacetan, Tarif Parkir Mahal Dipertimbangkan

- detikNews
Selasa, 06 Nov 2007 14:19 WIB
Jakarta - Macet sudah jadi menu sehari-hari di Jakarta. Dephub masih mencari cara menertibkan kendaraan bermotor yang setiap harinya menyerbu pusat kota dan ikut andil dalam kemacetan.Membatasi kepemilikan jumlah kendaraan bermotor maupun membatasi usia kendaraan bermotor dianggap bukan solusi yang efektif untuk mengurangi kemacetan di Jakarta."Yang lebih penting adalah membatasi penggunaan kendaraan bermotor, " ujar Kepala Litbang Departemen Perhubungan Denny Siahaan di sela-sela pemaparan Litbang Dephub di Sulawesi Room, Hotel Millennium, Jl Fachrudin, Jakarta Pusat, (Selasa 6/11/2007).Menurut Denny jika kendaraan dikoleksi dan hanya ditaruh di rumah saja, bukanlah masalah. "Kalau cuma ditaruh dan di lap saja, kan tidak apa-apa," tambahnya.Nah, sebagai solusi mengatasi kemacetan, Denny mengusulkan beberapa alternatif. Antara lain adalah road pricing yang mengharuskan para pengguna kendaraan bermotor membayar sejumlah uang kalau akan memasuki daerah kota.Cara ini dianggapnya lebih baik daripada sistem three in one yang sekarang dipakai di beberapa jalan di Jakarta. Alternatif lainnya adalah dengan menaikan tarif parkir."Bisa saja tarif parkir dimahalkan, Rp 10 ribu per jamnya. Nanti kan orang-orang akan berfikir untuk menggunakan kendaraan bermotor," ujarnya. Namun kedua hal ini perlu didukung oleh sistem transportasi masal yang nyaman. Saat ini Denny menilai sistem transportasi masal di Jakarta belum sempurna sehingga masyarakat masih enggan untuk meninggalkan kendaraan pribadinya. (rdf/ana)


Berita Terkait